Pentingnya Mengetahui Induksi Persalinan

Loading...

Apabila pada kesempatan sebelumnya, Anda telah mengetahui pengertian induksi menjelang kelahiran, maka kali ini kami akan membahas mengenai pentingnya mengetahui kenapa induksi persalinan itu harus dilakukan dan beberapa teknik dari induksi itu sendiri. Singkatnya, induksi persalinan ialah suatu upaya stimulasi untuk memulai proses melahirkan karena tidak ada tanda-tanda bayi akan keluar. Cara ini dilakukan sebagai usaha medis untuk memudahkan keluarnya bayi dari rahim secara normal.

Pregnant woman lying down talking to her doctor

Ada beberapa hal mengenai induksi persalinan yang wajib Anda tahu supaya nantinya saat terpaksa melahirkan normal dengan diinduksi terlebih dahulu, Anda sudah mempersiapkan segalanya dengan baik. Adapun beberapa alasan medis yang menjadi faktor dilakukannya induksi persalinan pada ibu hamil menjelang proses melahirkan adalah:

1. Kondisi Medis Ibu
Saat seorang wanita hamil dalam kondisi menderita penyakit seperti diabetes gestasional, herpes, dan tekanan darah tinggi, maka solusi penyelamatannya bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin adalah induksi.

2. Kondisi Medis Bayi
Ada beberapa kondis medis bayi yang membuat dokter atau bidan memutuskan untuk memberikan induksi persalinan. Peristiwa inti antara lain pecahnya air ketuban yang terlalu banyak, pergerakan janin yang mulai lemah, dan hambatan pertumbuhan janin sebab sudah terlewat waktu. Untuk kasus kelebihan waktu ini, bayi di dalam perut sudah berusia 40 minggu lebih.

3. Pecahnya Selaput Ketuban
Dari berbagai kasus, resiko pecah ketuban sebelum kontraksi ialah kasus yang paling sering dijumpai. Hanya saja apabila dibiarkan, maka kemungkinan air ketuban yang masuk ke dalam rahim bisa meracuni janin. Begitu pun juga pada ibu. Oleh sebab itu, kesigapan medis untuk stimulasi persalinan 24 jam setelah air ketuban pecah.

Jika seorang ibu hamil mengalami kejadian di atas, mungkin Anda harus bersiap-siap untuk diberi induksi persalinan. Teknik induksi secara garis besar terbagi jadi 2 yaitu cara kimia dan mekanik. Keduanya ini memiliki tujuan yang sama yakni untuk menstimulasi hormon prostaglandin supaya otot di daerah rahim lebih cepat berkontraksi.

Berikut ini teknik induksi yang biasa dilakukan oleh pihak medis:

1. Foley Catheter
Sesuai namanya, teknik induksi persalinan menggunakan catheter yang berguna untuk mematangkan serviks agar Anda lebih cepat melahirkan normal. Tetapi resiko yang dihadapi yaitu pendarahan dan terhambatnya perkembangan janin yang masih di dalam rahim.

2. Rangsangan Dada
Rangsangan satu ini dilakukan dengan memijat-mijat area aroela dengan pelan-pelan selama 30-45 menit sebanyak tiga kali sehari. Harap gunakan minyak zaitun atau baby oil supaya tidak lecet dan memar.

3. Infus Oksitosin
Teknik ini dilakukan dengan cara memberikan ibu hamil hormon oksitosin melalui infus. Hormon ini nantinya akan diberi sebanyak 4-16 ml setiap menitnya untuk merangsang kontraksi otot polos uterus.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + one =

%d bloggers like this: