Bahaya Hingga Efek Negatif Persalinan dengan Vakum

Loading...

Seringkali terdengar mitos yang tersebar di masyarakat Indonesia bahwa anak yang saat dilahirkan harus di vakum, maka anak tersebut tidaklah cerdas seperti anak lainnya yang terlahir secara normal ataupun caesar. Mungkin Anda juga pernah didera rasa khawatir apabila harus melahirkan buah hati dengan cara vakum.

Bahaya Hingga Efek Negatif Persalinan dengan Vakum

Para ibu hamil juga merasa cemas dengan berbagai pendapat negatif mengenai bahaya hingga efek negatif persalinan dengan vakum terhadap bayi, contohnya terjadi komplikasi dan juga berpengaruh pada kecerdasan otak anak. Lebih lanjut, vakum adalah sebuah tindakan medis untuk membantu proses persalinan saat janin atau bayi dalam kondisi gawat. Vakum hanya boleh dilakukan saat pembukaan mulut rahim sudah penuh dengan posisi kepala bayi sudah berada di bawah mulut panggul.

Tindakan vakum dianggap harus dilakukan oleh dokter apabila terjadi beberapa hal seperti, Anda pernah melahirkan secara caesar, memiliki riwayat penyakit jantung, ketuban pecah dini, terjadi pre-eklampsia berat, bayi susah keluar sebab kepala tertahan dipanggul dan ibu sudah kehilangan tenaga untuk mengejan karena lamanya proses melahirkan.

Berikut ini beberapa bahaya hingga efek negatif persalinan denga vakum jika dilakukan oleh tenaga medis yang kurang berpengalaman atau bahkan sudah biasa menggunakan alat vakum:

1. Luka dan Lecet
Akibat kepala bayi yang lembut dipasang alat vakum, maka berakibat adanya luka dan lecet ringan dipermukaan kulit kepala bayi. Meskipun begitu, kondisi ini masih bisa diobati oleh obat antiseptik biasa. Namun, jika tidak segera diobati untuk mencegah infeksi lebih parah.

2. Kepala Bayi Lonjong
Bentuk fisik yang paling menonjol saat bayi yang terlahir vakum adalah bentuk kepalanya yang lonjong. Kondisi ini sering disebut dengan kaput suksadeneum. Hal ini diakibatkan oleh tekanan negatif vakum yang berguna untuk menarik kepala bayi supaya dapat mudah dilakukan bantuan penarikan. Namun Anda jangan terlalu risau, sebagian bayi yang memiliki kepala lonjong dapat kembali ke bentuk aslinya seiring bertambah usia anak.

3. Pendarahan Hebat
Salah satu bahaya dari persalinan vakum adalah adanya luka yang lebih luas atau pendarahan hebat di jalan lahir yang dapat terjadi karena proses penarikan kepala yang tak seirama dengan proses mengejan, panggul yang kecil, ukuran janin terlalu besar, ataupun bukaan jalan lahir yang sangat sempit.

4. Pendarahan Area Kepala Bayi
Resiko yang dapat terjadi lainnya adalah pendarahan di bawah kulit kepala atau cephalohematom atau pendarahan di dalam rongga kepala akibat tarikan yang terlalu kuat oleh tenaga medis ketika calon ibu sedang mengejan. Lebih jelasnya, vakum dapat menyebabkan pendarahan otak walaupun angka kejadianya sangat kecil, yakni sebesar 5,1-5,9 persen per 10 ribu kelahiran.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + seventeen =

%d bloggers like this: