Haruskah Diet Sebelum Melahirkan?

Loading...

Proses kehamilan memang membuat tubuh Anda semakin melebar atau gemuk seiring dengan besarnya janin di dalam perut. Pola makan pun bertambah sehingga kebanyakan ibu hamil mengalami masalah berat badan berlebih. Peningkatan berat badan yang terlalu drastis ini perlu diwaspadai karena tidak bagus untuk buah hati Anda karena dapat memicu perkembangan Macrosomia atau bayi besar.

Pregnant woman chopping vegetables --- Image by © suedhang/cultura/Corbis

Sebenarnya ada beberapa faktor kenapa bayi terlahir dengan bobot yang berlebih (>4000 gram), antara lain ibu hamil memiliki riwayat penyakit Diabetes, ibu hamil mengalami obesitas, dan faktor keturunan. Walaupun dari segi subjetif, bayi besar terlihat lucu dan menggemaskan, namun sejatinya proses persalinan sangat beresiko.

Pada ibu yang melahirkan bayi besar akan lebuh rentan mengalami cedera seperti robekan jalan lahir yang luas, melahirkan dengan bantuan alat forseps atau vokum, peregangan tulang simsifis, hingga harus melahirkan dengan operasi Caesar. Bagi bayi sendiri juga sangat berbahaya seperti cedera patah tulang akibat macetnya jalan lahir, kelumpuhan syaraf otak atau cedera kepala ketika melewati jalan lahir.

Dengan begitu banyaknya resiko, kini timbul banyak pertanyaan dari para wanita yang mengatakan haruskah diet sebelum melahirkan? Jawabannya, ya harus, apabila Anda sudah kelebihan berat badan tak normal. Namun perlu di ingat, diet disini bukan berarti mengurangi makan hingga kesehatan Anda jadi terganggu. Diet sebelum melahirkan justru membuat Anda lebih bugar dan sehat sehingga memiliki stamina ekstra jika proses persalinan tiba.

Ketika menjelang melahirkan atau kira-kira 1 bulan sebelum perkiraan, lakukanlah diet hamil dengan mengomsumi makanan yang mengandung kadar energi tinggi supaya Anda bisa kuat menjalani proses melahirkan. Akan sangat baik apabila menu makan harian Anda di trimester akhir kehamilan dipadukan dengan camilan sehat setiam 1 jam sekali untuk menambah stamina.

Makanan Penambah Energi

Dikutip dari jurnal bertajuk “Restricting Oral Fluid and Food intake during Labor” yang diluncurkan oleh Cochrane Database of Systematic Reviews, berikut ini adalah daftar makanan yang dapat menambah energi ibu hamil secara optimal, antara lain:
· Kentang
· Roti
· Buah Kering
· Pasta
· Sereal
· Soup
· Yoghurt dengan kadar lemak rendah
· Pisang

Sedangkan makanan yang perlu dihindari oleh ibu saat menjelang persalinan, antara lain buah yang asam seperti jeruk, anggur dan sebagainya, serta makanan yang terlalu manis karena banyak terkandung gula.

Minuman Penambah Energi

Selain mekanan, ada baiknya Anda juga meminum cairan yang mampu menambah energi saat menjelang persalinan. Pada masa inilah, ibu hamil juga akan cepat merasa haus setiap saat karena proses persalinan membutuhkan cairan tubuh lebih banyak. Pastikan Anda cukup mengomsumsi cairan supaya tidak dehidrasi.

Anda dapat meminum jus buah-buahan seperti apel atau mangga. Anda juga bisa meminum secangkir teh herbal dicampur madu yang akan membuat diri lebih tenang. Hindarilah minuman bersoda, jus jeruk atau anggur karena mengandung asam yang dapat mengganggu kesehatan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + 5 =

%d bloggers like this: