Asam Linoleat untuk Perkembangan Otak Anak

Loading...

Pertumbuhan otak yang optimal pastinya membutuhan gizi yang sempurna. Oleh sebab itu, pemberian gizi yang baik harus dimulai sejak dini, tepatnya saat bayi baru dilahirkan. Makanan bayi yang paling tepat untuk memenuhi gizi adalah air susu ibu. Di dalamnya ASI, terdapat berbagai kandungan yang sangat bermanfaat untuk membantu perkembangan otak anak seperti kandungan AA dan DHA. Namun, bukan hanya kedua zat itu saja yang penting di dalam kandungan ASI karena ada pula Asam Linoleat.

Asam Linoleat untuk Perkembangan Otak Anak

Asam Linoleat atau sering disingkat dengan LA merupakan asam lemak yang sangat berguna untuk perkembangan mental dan otak bayi. Asam Linoleat termasuk dalam kategori lemak esensial Omoga 6. Nutrisi ini sangat penting dalam proses perkembangan otak si kecil. Kandungan LA ini berperan untuk memproduksi sel, mengatur sistem saraf, serta memperkuat sistem kardiovaskular. Pada dasarnya, tubuh manusia tidak dapat memproduksi Asam Linoleat sendiri, karena zat tersebut berasal dari asupan nutrisi yang Anda konsumsi.

Beberapa sumber makananan penghasil Asam Linoleat adalah ASI, lemak ikan seperti salmon dan tuna, minyak kanola, kemiri, kacang pinus, bunga matahari, jagung, kacang kedelai atau kacang kenari. Asam Linoleat mempunyai peranan penting dalam pembentukan membran sel otak dan menjadi bagian penting dari enzim yang terdapat dalam membran sel. Hal ini berfungsi sebagai pengedar nutrisi penting ke dalam atau ke luar sel.

Di dalam tubuh, Asam Linoleat dapat dikonversi menjadi dua jenis yaitu asam arakidonat dan asam gamma linoleat. Asam lemak omega-6 mendukung fungsi otak dan otot, serta mendorong peradangan. Lalu melalui jalur lain, Asam Linoleat yang menjadi omega-6 dan berguna menghambat peradangan adalah asam gamma linoleat atau GLA. Kandungan ini banyak ditemukan dalam minyak makanan, borage, dan minyak biji hitam.

Sebenarnya, bayi dapat membuat sendiri kandungan DHA dan AA yang berasal dari Asam Linoleat dan asam Alfa Linolenat. Namun, kebutuhan DHA bayi diperkiran sebesar 20 mg/hari sehingga lebih besar dari kemampuan bayi untuk membuat sendiri. Hal tersebut dikarenakan belum matangnya aktivitas enzim-enzim desaturase sehingga mesti diberi dorongan dari makanan yang dikonsumsinya. Dalam keadaan normal, tambahan atau dorongan inilah bisa diperoleh dari ASI. Namun bagaimana jika bayi yang tidak minum air susu ibunya?

Saat ini, banyak beredar susu formula yang mengandung AA dan DHA. Atau sebagian lagi hanya megandung DHA saja, bahkan terdapat bahan pembuatnya saja yaitu Asam Linoleat (LA) atau asam Alfa Linolenat (ALA). Pemberian DHA saja tanpa dibarengi dengan AA akan menekan laju sintetis AA enzim desaturase. Penelitian juga mengungkapkan bahwa tidak ada kadar LA atau LA dalam susu formula tidak dapat mencukupi kebutuhan otak bayi untuk proses perkembangannya.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 4 =

%d bloggers like this: