Kenali Stunting pada Anak

Loading...

Mungkin istilah stunting masih terdengar asing di telinga kebanyakan masyarakat Indonesia. Stunting adalah keadaan dimana tubuh yang lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak lain di usianya. Hal ini dibuktikan oleh data dari organisasi kesehatan dunia yaitu World Health Organization (WHO) yang melaporkan bahwa stunting terjari lebih dari 178 juta anak balita. Pada dasarnya, stunted adalah tinggi badan yang tidak sesuai dengan umurnya dengan ditandai oleh lambatnya proses pertumbuhan sehingga anak mengalami kegagalan untuk mencapai tinggi badan yang normal.

Kenali Stunting pada Anak

Faktor yang menyebabkan stunting pada anak antara lain kekurangan gizi, mengalami penyakit yang kronis, faktor gizi pada saat ibu hamil. Semua faktor tersebut bisa menjadi penyebab tidak langsung terhadap tumbuh kembang janin yang dikandung sehingga menyebabkan janin mengalami intrauterine growth retardation.

Selain itu, Anda harus mengetahui ciri-ciri stunting pada anak yang dapat diketahui seperti anak yang mengalami stunted di umur 8-10 tahun akan merasa tertekan, menjadi lebih pendiam, atau tidak berani melakukan kontak mata dengan masyarakat disekitarnya. Pada anak yang mengalami stunting akan terlihat performanya kurang baik, daya ingatan melemah, tes perhatian yang buruk, walaupun kecepatan gerak masih terbilang baik.

Dampak stunting pada anak
Stunting pada anak yang berumur kurang dari tiga tahun atau usianya 1.000 hari pertama akan sulit diperbaiki. Meskipun begitu, masih ada harapan supaya stunting dapat di atasi saat anak sedang masa-masa pubertas, tetapi tergantung bagaimana orang tuanya untuk memaksimalkan asupan nutrisinya.

Anak stunting atau bertubuh pendek biasanya terindikasi kurangnya asupan gizi, baik secara kualitas maupun kuantitasnya, yang tidak terpenuhi sejak bayi atau bahkan sejak ia masih dalam kandungan. Kondisi inilah akan menyebabkan tinggi badan anak jadi cenderung lebih pendek dibandingkan dengan teman-teman sebayanya.

Selain bertubuh pendek, stunting juga bisa memicu dampak lain, baik dalam jangka pendek atau jangka panjang. Dampak jangka pendek yakni saat anak masih kecil dimana perkembangannya akan terhambat, penurunan fungsi kognitif, penurunan fungsi kekebalan tubuh, hingga gangguan sistem pembakaran tubuh. Pada jangka panjangnya, stunting dapat memicu resiko penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi, atau sampai obesitas.

Pencegahan Stunting
Stunting memang sering di alami oleh kebanyakan anak, tetapi masalah kesehatan tersebut dapat dicegah sejak dini, mulai dari kandungan sampai masa periode emas pertumbuhan si kecil. Berikut tips-tips mencegah stunting:
· Kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil harus tercukupi
· ASI Eksklusif sampai anak berumur 6 bulan, dan setelah 6 bulan diberi MPASI yang kualitasnya baik
· Meningkatkan akses terhadap fasilitas sanitasi dan air bersih
· Ketika anak berumur 3 tahun, sangat di anjurkan untuk mengonsumsi 13 gr protein yang mengandung asam amino esensial tiap harinya.
· Rajin mengukur tinggi dan berat badan anak setiap Anda membawanya ke Posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya untuk sekedar memantau pertumbuhan anak dan mendeteksi terjadinya stunting.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + fifteen =

%d bloggers like this: