Dampak Stimulasi Berlebihan pada Bayi

Loading...

Untuk tumbuh kembang bayi semakin optimal, para orang tua sering memberikan nutrisi dan stimulasi pada anak mereka. Bahkan stimulasi sering disebut-sebut memiliki andil yang cukup besar untuk kecerdasan bayi. Namun, ada yang perlu diperhatikan, setiap anak mempunyai kesiapan yang berbeda dalam mempelajari sesuatu yang baru. Contohnya, usia 3 bulan bayi bisa tengkurap, 6 bulan belajar duduk, dan sebagainya.

Dampak Stimulasi Berlebihan pada Bayi

Tidak jarang pula banyak orang tua yang sangat bersemangat memberikan stimulasi untuk bayinya. Akibatnya, justru bukan menjadi kemajuan pertumbuhan anak melainkan si kecil menjadi stres. Sebenarnya, bayi dapat menerima stimulasi atau rangsangan secara terus-menerus namun dalam porsi yang wajar. Overstimulasi atau stimulasi berlebihan dapat disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa faktor penyebab stimulasi berlebihan pada bayi adalah bayi terlalu lama terjaga, terlalu banyak orang yang menggendong, serta terlalu banyak aktivitas sehingga bayi kelelahan.

Supaya tak berdampak negatif, sebaiknya orang tua dapat menciptakan kondisi alami yang memungkinkan bayi belajar dengan sendirinya tanpa perlu di paksa. Overstimulasi juga dilakukan tanpa sadar oleh orang tua, contohnya memberikan banyak sekali mainan, rentang stimulasi yang terlalu lama atau memaksakan aktivitas yang tidak di sukai oleh bayi. Berikut dampak stimulasi berlebihan pada bayi yang telah kami rangkum di bawah ini:

1. Emosi Negatif
Karena overstimulating, bayi akan menjadi mudah marah, sering menangis dan juga susah di tenangkan karena rangsangan yang terlalu sering ia terima dan membuatnya semakin bosan. Bayi merasa tidak di pahami oleh orang tuanya.

2. Kemampuan belajar menurun
Stimulasi berlebihan dalam waktu bersamaan misalnya setelah diberikan flashcard kemudian di pertontonkan VCD edukatif, dan lalu di ajak bermain pazel sederhana. Semua kegiatan itu justru membuat bayi sulit memahami dan mencerna stimulasi yang diberikan oleh ibu. Ibarat perangkat gadget yang terlalu lama dimainkan atau dimasukkan program, pastinya kinerjanya jadi lambat bahkan error.

3. Menolak dan Memberontak
Bayi akan menolak stimulasi secara terus-menerus dan bukan hanya sementara saja. Si kecil pun terlihat cuek dan menjadi kurang responsif terhadap lingkungan. Selain itu, stimulasi berlebihan juga bisa menganggu istirahat anak dan menganggu perkembangan rasa percaya dirinya sehingga sering memberontak bila disuruh melakukan sesuatu.

4. Kesulitan Belajar
Kesulitan belajar yang terjadi saat masa-masa sekolah anak bisa juga disebabkan oleh stimulasi berlebihan sejak anak tersebut masih bayi. Oleh karena, orang tua harus memberikan stimulasi yang sewajarnya saja.

5. Dependent
Stimulasi berlebihan pada bayi akan membuat si kecil menjadi selalu dependent atau terus bergantung pada orang lain. Hal tersebut dikarenakan anak terbiasa mendapat arahan dari orang lain sehingga ia tumbuh menjadi anak yang pasif. Selalu menunggu intruksi atau perintah dari guru atau orang tuanya.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × four =

%d bloggers like this: