Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil

Loading...

Masa kehamilan memang menjadi saat-saat yang rentan bagi ibu hamil dan janinnya. Banyak penyesuaian yang harus dilakukan supaya ibu hamil dapat melawati masa kehamilannya itu dengan baik dan melahirkan bayi yang sehat pula. Salah satunya yaitu memastikan tubuh bebas dari infeksi bakteri serta penyakit lainnya yang dapat membahayakan janin.

Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil

Bagi kebanyakan wanita, terkadang kehamilan bisa membuat tubuh mereka menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Bukan hanya itu saja, kondisi tubuh mereka ketika hamil juga cenderung memicu infeksi yang di derita menjadi lebih serius dan apabila tidak segera ditangani, infeksi akan semakin parah dan berimbas ke janin. Salah satu infeksi yang dapat di alami oleh ibu hamil adalah infeksi saluran kemih atau ISK.

Wanita memang lebih mudah terserang infeksi saluran kemih dibandingkan pria. Hal itu dikarenakan saluran kemih milik wanita lebih lebar dan mudah dijangkau oleh kuman daripada milik pria yang cenderung lebih sempit. Kasus ISK harus secepatnya di tangani sebab dapat merambah ke organ lainnya seperti ginjal. Dan yang perlu diketahui, ISK lebih riskan lagi di alami oleh wanita hamil. Pihak yang menjadi korban bukan hanya ibu, melainkan juga janin yang dikandungnya. Kuman ISK dapat menginfeksi janin dan berakhir dengan kematian di dalam rahim.

Agar terhindar dari kuman infeksi saluran kemih, ada baiknya Anda mengenali beberapa gejala-gejalanya, sehingga Anda dapat langsung berobat ke dokter ahlinya sebelum ISK semakin parah. Adapun gejala-gejalanya adalah:
· Terasa sakit, panas bahkan sensasi terbakar saat buang air kecil
· Terasa ingin buang air kecil selalu, namun berbeda dari kondisi normal
· Volume air seni yang dikeluarkan sedikit tapi sering sehingga seperti tidak tuntas
· Ibu tidak bisa menahannya sama sekali saat ingin buang air kecil
· Ada darah atau lendir yang pada urine
· Terasa sakit pada bagian bawah atau nyeri perut
· Rasa sakit ketika berhubungan intim
· Buang air kecil tanpa di sadari
· Sering terkena demam, menggigil atau berkeringat
· Tidak bisa tidur tenang karena selalu ingin kencing
· Urine berwarna keruh dan memiliki aroma yang sangat kuat
· Mual dan muntah jika kondisi infeksi semakin parah

Penyebab ibu hamil terkena infeksi saluran kemih sering di akibatkan oleh meningkatnya hormon progesteron yang dapat menurunkan kinerja otot ureter sehingga lambatnya aliran urine yang mengalir. Ditambah lagi dengan besarnya janin seiring bertambahnya bulan akan menekan ureter sehingga semakin sulit untuk mengalirkan urine. Kandung kemih juga akan semakin susah untuk mengosongkan isinya dan hal itu rentan terjadi refluks yang berarti kondisi dimana beberapa urine mengalir kembali ke ginjal.

Proses kandung kemih untuk mengosongkan isinya memakan waktu lama sehingga memberikan bakteri waktu lebih banyak untuk berkembang biak di tempat ini, bahkan mereka dapat berjalan menuju ginjal. Apalagi selama hamil, urine menjadi kurang asam dan cenderung lebih banyak mengandung glukosa. Kedua faktor itu jugalah yang mampu meningkatkan potensi pertumbuhan bakteri.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − 2 =

%d bloggers like this: