Bedrest yang Baik Untuk Ibu Hamil

Loading...

Selama masa kehamilan, seringkali dokter menyuruh seorang wanita untuk bedrest. Jangan putus asa dulu bila sudah menghadapi ‘vonis’ bedrest tersebut. Anggap saja itu hadiah dari dokter agar ibu hamil bisa beristirahat total di atas tempat tidur. Tetapi yang perlu Anda ketahui, bedrest bukan berarti tidur, melainkan istirahat jadi Anda masih bisa melakukan berbagai hal menyenangkan dan seru lainnya dari tempat tidur.

Bedrest yang Baik Untuk Ibu Hamil

Supaya kehamilan lebih optimal, salah satunya yang harus Anda lakukan adalah dengan bedrest. Tujuan utama dari tindakan ini adalah beristirahat penuh agar pertumbuhan janin bisa berkembang dengan baik. Namun, meskipun harus bedrest, Anda bisa melakukan banyak kegiatan supaya tidak bosan. Oleh karena itu, sebelum memulai aktivitas bedrest, pastikan Anda sudah memahami intruksi dokter. Berikut ini sejumlah kondisi yang umumnya menjadi penyebab ibu hami harus menjalani bedrest:

1. Kategori Lampu Merah
Dalam kondisi ini, ibu hamil harus beristirahat total di atas ranjang dan harus mematuhi perintah dokter supaya proses pemulihan kesehatan Anda berlangsung sempurna. Beberapa penyebab kondisi kategori lampu merah adalah pertumbuhan janin terhambat, riwayat persalinan prematur, masalah seputar mulut rahim, kontraksi sebelum waktunya, pendarahan, dan pecah ketuban.

Saat menjalani proses bedrest bila terkena masalah-masalah seperti yang disebutkan di atas, Anda masih boleh melakukan kegiatan lainnya seperti membaca majalah, mengobrol dengan sahabat atau teman-teman, browsing internet, menonton film atau memanjakan diri dengan pijat.

2. Kategori Lampu Kuning
Dalam kondisi ini, biasanya ibu hamil masih mendapatkan keringanan dari dokter seperti berupa izin untuk melakukan sejumlah aktivitas ringan. Wanita yang disuruh bedrest ini bila sudah mengalami morning sickness berat, kehamilan dengan penyulit medik, tekanan darah tinggi, dan hamil anak kembar. Saat bedrest, Anda masih boleh melakukan inspeksi rumah, olahraga, memasak atau menyiapkan makanan, olahraga atau sekedar creambath.

Lamanya waktu bedrest tidak bisa di samaratakan. Contohnya pada wanita yang mengalami pendarahan parah, jika pendarahan cepat selesai, maka lebih cepat pula waktu bedrest dilakukan. Begitu pula dengan ibu hamil yang mengandung janin kembar, kemungkinan ia tidak bisa melakukan banyak aktivitas hingga batas waktu melahirkan. Jadi, lamanya bedrest bergantung dengan kondisi ibu hamil dan seberapa besar kehamilannya.

Kegiatan bedrest berguna untuk mengurangi metabolisme pada tubuh ibu hamil supaya oksigen yang terpakai lebih sedikit sehingga oksigen yang tersalurkan untuk bayi akan lebih banyak. Berkurangnya oksigen pada bayi dapat menimbulkan kontraksi pada rahim. Lalu kontraksi tersebut dapat menimbulkan pendarahan yang membahayakan kondisi ibu sekaligus janin. Berkurangnya oksigen juga bisa menyebabkan perkembangan bayi jadi terhambat. Akibatnya, bayi yang dilahirkan lebih awal atau prematur. Bagi dampak sang ibu, kekurangan oksigen juga menyebabkan sesak nafas atau sulit bernafas.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 3 =

%d bloggers like this: