Mengenal Cheilitis dan Macamnya Pada Anak

Loading...

Cheilitis sering dikenal dengan istilah peradangan pada bibir. Peradangan ini biasanya menyerang kulit perioral atau kulit di sekitar mulut, perbatasan vermilion dan mukosa labial. Yang paling sering terjadi di daerah kulit dan perbatasan vermilion, seperti mukosa dipengaruhi oleh reaksi inflamasi dan alergi. Cheilitis memiliki banyak macam dan penyebab yang berbeda.

Mengenal Cheilitis dan Macamnya Pada Anak

Jika Anda ingin mengidentifikasi alergi yang dapat menyebabkan cheilitis, Anda dapat menggunakan Patch Test. Kebanyakan faktor pernyebab timbulnya cheilitis adalah faktor eksternal seperti cuaca kering atau paparan sinar matahari yang berlebihan. Penyakit cheilitis ini bisa menjadi kronis bahkan akut parah bila tidak di obati segera. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui jenis-jenisnya terlebih dahulu agar tahu bagaimana cara mengatasinya. Cheilitis dapat dibagi dalam beberapa jenis berikut:

1. Cheilitis Lips atau Bibir pecah-pecah
Jenis ini juga disebut sebagai cheilitis simpleks atau cheilitis umum yang ditandai dengan permukaan bibir retak, pecah-pecah, dan kulit bibir terkelupas. Bisa terjadi di kedua bibir namun terkadang umumnya di alami di bagian bibir bawah. Efek yang ditimbulkan yaitu sedikit panas dan sakit saat bibir diregangkan. Jika sudah kronis, cheilitis ini dapat menjadi krusta dan berdarah.

2. Acnitic Cheilitis
Jenis ini juga sering disebut dengan cheilosis actinic yang merupakan bagian dari actinic keratosis kulit dan bisa berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa. Pada actinic cheilitis, ada penebalan di perbatasan bibir dan kulit yang berwarna putih. Umumnya dikenal dengan perbatasan vermilion. Permukaan bibir menjadi bersisik karena sering terkena paparan sinar matahari berlebih.

3. Cheilitis Angular
Jenis ini sangat sering di alami oleh balita hingga anak berusia 6 tahun, bahkan orang tua pun sering mengalaminya. Cheilitis angular adalah peradangan pada salah satu sudut dari mulut. Penyebabnya bisa terjadi kekurangan gizi (zat besi, vitamin B, asam folat), infeksi bakteri, alergi kontak, dan eduntulism.

4. Cheilitis Eczematous
Jenis ini sering dikenal dengan bibir dermatitis. Belum banyak diketahui apa penyebab dari cheilitis eczematous, tetapi reaksi chealitis ini sebagian besar mampu membuat kasus cheilitis kronis.

5. Infectious Cheilitis
Sesuai namanya, cheilitis ini disebabkan oleh infeksi bakteri Candida yang menyebabkan luka pada bibir dan kulit di sekitar bibir. Kemudian ada juga labialis herpes menjadi penyebab umum dari infectious cheilitis tersebut.

6. Granulomatous Cheilitis
Adalah suatu kondisi yang ditandai dengan pembesaran terus-menerus dari jaringan lunak mulut, bibir atau daerah sekitar mulut di wajah. Pembesaran memang tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi harus tetap di obati agar tidak berkembang menjadi kronis.

7. Plasma Cell Cheilitis
Cheilitis sel plasma merupakan kondisi yang umumnya terjadi pada gingiva atau radang gusi. Jenis ini muncuk dengan tanda infiltrasi, plak merah gelap dan superficial-lacquer seperti kaca transparan. Sering terjadi di daerah bibir bagian bawah sehingga tampak kering dan pecah-pecah.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − 8 =

%d bloggers like this: