Berbahayakah Nyeri Perut Selama Kehamilan?

Loading...

Nyeri perut memang sering di alami oleh para ibu hamil. Pertanyaannya, apakah berbahaya nyeri perut tersebut? Nyeri di perut selama kehamilan memang sering terjadi dan itu bukanlah masalah serius. Namun Anda tetap harus waspada karena rasa nyeri bisa menjadi pertanda bahaya kehamilan.

Berbahayakah Nyeri Perut Selama Kehamilan

Ibu hamil sering mengalami nyeri perut yang wajar dan juga mual saat hamil. Bila nyeri perut di alami saat trimester pertama. Biasanya hal itu ditandai dengan perasaan berat seperti ingin haid. Penyebabnya ialah meningkat hormon progesteron dan relaksin yang membuat ikatan tulang di sekeliling rahim merenggang. Apabila Anda, para ibu hamil kembali merasakan nyeri perut bahkan tidak hilang setelah beristirahat, sudah selayaknya hal tersebut harus dicurigai karena terjadi masalah serius pada kehamilan.

Oleh karena itu, mari kita mengenali lebih jauh nyeri perut pada kehamilan yang patut di waspadai sebagai berikut:

1. Kram seperti sedang haid dan berlangsung sampai beberapa jam
Nyeri tersebut bersifat ritmik, berjalan dari pinggang ke arah bagian atas atas kemaluan. Ini bisa jadi pertanda awal keguguran. Umumnya di ikuti dengan pendarahan berwarna merah muda serta kontraksi yang hebat. Bila Anda mengalami hal ini, segera hubungi dokter kandungan atau bidan untuk meminta bantuan.

2. Nyeri di area perut bagian atas atau ulu hati
Nyeri tersebut biasanya dibarengi dengan sakit kepala dan gangguan pandangan mata alias mata kabur. Penyebabnya ialah preeklampsia yang ditandai dengan meningkat tekanan darah dan disertai bengkak-bengkak terutama di bagian kaki. Parahnya lagi dapat menyebabkan bocornya protein dari ginjal

3. Nyeri berasal dari kontraksi rahim sehingga menyebabkan kelahiran kurang bulan
Kram atau nyeri tersebut menyerupai diare yang melilit, di ikuti dengan nyeri punggung dan kontraksi pada usia kehamilan 20 sampai 36 minggu.

4. Nyeri karena kehamilan prematur
Nyeri perut terasa parah yang akan menyertai leher rahim melebar atau mulai mengalami kontraksi sebelum 37 minggu. Gejala ini di nilai sebagai indikasi persalinan prematur dan memerlukan perhatian medis segera.

5. Nyeri akibat Placental Abruption
Biasanya nyeri ini di akibatkan oleh lepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari rahim. Keadaan ini sangat berbahaya sehingga mengancam kelangsungan hidup janin terutama saat hamil muda. Gejala ini ditandai oleh gejala sakit perut bagian bawah, pendarahan tiba-tiba, kontraksi sering, nyeri punggung, dan kram di rahim.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 2 =

%d bloggers like this: