Makanan yang Mempengaruhi Perkembangan Janin Selama Hamil

Loading...

Selama kehamilan, berat badan akan meningkat karena janin dan plasenta yang berkembang dalam rahim Anda. Namun, ada beberapa hal yang menyebabkan kenaikan berat badan ibu tidak meningkat. Pada dasarnya, kehamilan selalu sama. Namun, setiap wanita yang hamil mengalami perubahan fisik yang berbeda, ada yang mengalami peningkatan berat badan, tidak meningkat dan bahkan ada yang menurun.

Makanan yang Mempengaruhi Perkembangan Janin Selama Hamil

Insiden mual dan muntah selama kehamilan cukup parah membuat asupan makanan yang tercerna menjadi lebih sedikit. Jelas ini menyebabkan berat badan tidak naik. Selain itu, ibu dengan kadar gula yang tidak normal atau pengidap diabetes yang mengharuskannya untuk mengontrol jumlah makanan juga mengakibatkan tidak naiknya berat badan. Selain itu, beberapa makanan yang dikonsumsi juga akan mempengaruhi bentuk badan Anda selama kehamilan.

Berikut merupakan beberapa makanan yang membuat berat badan tidak naik selama hamil :

Makanan Setengah Matang
Mengkonsumsi sushi, sashimi, daging mentah, sosis, daging cincang, kerang mentah, serta telur berisiko membuat Anda terkena toksoplasmosis. Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit yang ditemukan dalam daging, kotoran kucing, dan air yang tidak bersih. Toksoplasmosis selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran dan cacat lahir seperti hidrosefalus, kebutaan, dan tuli.

Sementara itu, telur mentah atau setengah matang dapat menyebabkan bakteri keracunan salmonella enteriditis sehingga menyebabkan gejala diare dan muntah. Mayones, mousse, tiramisu, es krim, dan beberapa jenis salad dressing juga dibuat dari telur mentah yang sebaiknya Anda hindari.

Keju
Keju lunak yang terbuat dari keju yang tidak dipasteurisasi dan bakteri Listeria dapat menyebabkan infeksi yang berbahaya bagi ibu dan janin.
Contoh jenis keju lunak adalah keju parmesan, keju biru, panela dan keju mozzarella.

Seafood
Laut merupakan sumber protein dan omega-3 sangat baik, tetapi beberapa berpotensi berbahaya karena mengandung merkuri. Ikan yang berukuran lebih besar biasanya sering mengandung merkuri. Asosiasi Food and Drug Administration menyarankan untuk tidak makan ikan hiu, makarel, ikan todak, tuna, marlin, tilefish. Tapi itu tidak berarti bahwa wanita hamil harus membatasi makan ikan namun sangat penting untuk memilih jenis ikan.

Buah-buahan dan sayuran yang tidak dicuci
Cuci semua buah-buahan dan sayuran yang akan dikonsumsi untuk menghilangkan bakteri berbahaya dan parasit (listeria dan toksoplasma). Khusus untuk jenis tauge (seperti tauge), kacang-kacangan dan lobak harus dimasak sampai matang.

Kafein & Alkohol
Kopi, teh, minuman ringan, minuman energi dapat meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran berat badan rendah. Penelitian ini masih kontroversial, namun konsumsi kafein harus dibatasi tidak lebih dari 200 mg per hari. Selain itu, konsumsi makanan yang mengandung kafein seperti yang ditemukan dalam kopi, teh dan coklat juga dapat merangsang peningkatan produksi asam lambung yang dapat memicu gejala sakit maag. Konsumsi alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir, cacat jantung, dan retardasi mental pada janin.

Teh herbal
Keamanan dan khasiat teh herbal tidak jelas, dan tidak ada penelitian yang meneliti. Oleh karena itu, konsumsi teh herbal atau suplemen herbal harus dihindari selama kehamilan.

Selain makanan diatas, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dokter, dan masih terlibat dalam kegiatan olahraga terlepas dari durasi dan jenis gerakan harus dipertimbangkan. Disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta dokter gizi untuk melakukan inspeksi dan optimal sistem yang lengkap.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × one =

%d bloggers like this: