Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Bayi Saat Dalam Kandungan

Loading...

Kecerdasan pada anak sudah dapat dibentuk ketika anak masih berada dalam kandungan. Pada tahap penting yang satu ini, kehidupan bayi sangat penting karena tingkat kecerdasan dan juga kepribadiannya sedang dibentuk. Perkembangan pada otak janin juga memiliki efek terhadap kepribadian pada Anak di masa mendatang.

USA, New Jersey, Jersey City, Doctor examining pregnant woman

Namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan bayi saat dalam kandungan, yakni :

Usia ayah
Usia seorang ayah yang berusia 40 atau dapat dibilang lebih tua dikaitkan juga dengan resiko tinggi bayi terlahir autisme dan juga sindrom yang menyebabkan kelainan pada bagian wajah dan juga tengkorak. Ditemukan juga bahwa anak yang dapat lahir dari ayah yang berusia tua akan menghasilkan berbagai tes kecerdasan yang jauh lebih buruk, hal ini akan terlihat pada konsentrasi, memori, penalaran serta pada keterampilan membaca.

Usia ibu
Bukan hanya usia ayah, usia ibu juga terkait dengan kelahiran autisme. Pada setiap kenaikan usia ibu setiap 5 tahun, dapat risiko memiliki anak autis yang meningkat menjadi besar yakni sebesar 18 persen. Untuk usia ayah yang lebih tua, efeknya yang akan terjadi hanya ketika pasangannya yang berada di bawah usia 30 tahun.

Kekurangan Nutrisi
Kurangnya zat kalsium, zat besi, yodium, vitamin D, dan asam folat dapat menyebabkan ketidakmampuan belajar pada bayi, keterlambatan pada perkembangan bahasa, masalah pada perilaku, dapat tertundanya perkembangan motorik serta keterampilan, dan juga IQ yang rendah. Bayi akan membutuhkan yodium untuk dapat membuat hormon tiroid.

Hormon ini merupakan hormon yang sangat penting untuk perkembangan otak . Zat besi juga diperlukan untuk dapat memproduksi sel darah merah yang berguna untuk mengangkut oksigen yang akan mempengaruhi pertumbuhan otak serta kecerdasan bayi.

Obat
Jika Anda sedang hamil maka tidak disarankan untuk minum obat apapun, terutama pada kehamilan di trimester pertama kehamilan. Obat umum yakni aspirin, dapat menyebabkan perdarahan pada otak bayi, karena sifat obat ini yang memiliki kemampuan untuk dapat menghentikan proses penggumpalan darah.

Stres
Anda yang sedang hamil juga harus berhati-hati jika Anda mengalami stres, karena hal ini dapat meningkatkan resiko kerusakan otak pada bayi. Kerusakan otak bayi juga mungkin disebabkan oleh banyaknya peningkatan hormon stres kortisol yang sangat mengganggu perkembangan janin.

Janin juga masih sangat sensitif, sehingga hal ini juga dapat dipengaruhi oleh kondisi mental bagi Anda yang sedang mengandung. Pertumbuhan dan perkembangan terbaik pada janin terletak pada wanita yang bebas depresi sebelum, selama menjalani kehamilan dan juga pada saat setelah melahirkan.

Kurangnya sinar matahari
Bagi Anda yang kurang terkena sinar matahari selama pada 3 bulan pertama kehamilan, akan lebih mungkin memiliki resiko tinggi untuk terkena multiple sclerosis pada kemudian hari. Vitamin D yang terdapat pada sinar matahari juga sangat penting untuk menjaga perkembangan janin serta pada sistem saraf pusat.

Sifilis dan Herpes Genital
PSM (Penyakit Menular Seksual) ini dapat menyebabkan komplikasi yang sangat fatal pada otak, mata, tulang, kulit serta hati bayi yang baru saja dilahirka . Sedangkan herpes genital merupakan infeksi yang ditularkan kepada bayi pada saat melahirkan. Hal ini juga dapat menyebabkan penyakit serta kerusakan otak parah jika tidak segera ditangani dengan baik. Ketika penyakit herpes menular ke janin, hal ini akan menimbulkan gangguan otak, mata serta kulit.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − ten =

%d bloggers like this: