Tips Ampuh Bernegosiasi Dengan Anak

Loading...

Tahukah bahwa taktik negosiasi juga dapat diterapkan untuk menghadapi anak, terutama ketika mulai anak menginjak masa pra-sekolah. Anda dapat menegosisiasikan keinginan anak dan Anda juga dapat menciptakan batasan dan juga sekaligus memberi anak Anda ruang kebebasan.

Tips Ampuh Bernegosiasi Dengan Anak

Ada beberapa tips agar Anda dapat bernegosiasi dengan anak secara baik, diantaranya :

Jangan Berharap Harus Menang
Namanya saja bernegosiasi, tentu tidak bisa semua pihak sama-sama dapat menang. Tetap saja, harus ada yang mengalah dari kedua pihak, jika ingin mencapai kata sepakat. Terlebih lagi, jika yang Anda hadapi adalah anak usia pada prasekolah. Tentunya tidak akan kata sepakat itu diperoleh begitu saja, tanpa dibumbui dengan adanya “perlawanan” dan juga hujan pertanyaan. Pada masa ini tentunya anak menjadi seolah susah untuk diatur, apa yang Anda larang malah akan dilakukan. Untuk itu, perlu kesabaran ekstra untuk menghadapinya dalam masa perkembangan.

Jadwalkan Sesi Khusus
Ketika Anda akan melakuakan negosiasi jangan dilakukan dengan emosi. Anda pun bisa menegaskan jika aturan itu berlaku setiap hari. Tentu, hal ini tidak cukup dilakukan hanya satu kali saja. Hal ini harus dilakukan sama halnya dengan rekaman yang diputar ulang, cara seperti inilah yang dapat menghadapi anak-anak, memang perlu sedikit kecerewetan dan juga ketelatenan untuk dapat mengingatkan tentang aturan yang telah Anda buat.

Berikan Alternatif
Cari tahu apa sebenarnya yang disukai anak. Dengan begitu, mereka juga akan merasa Anda akan mengakomodir keinginan mereka, namun sebaiknya Anda tetap memegang kendali. Alternatifnya lainnya juga dapat berupa pengalihan perhatian. Misalnya, jika anak tidak mau mandi Anda dapat memberi tahu bahwa di depan rumah ada banyak temannya yang sedang bermain. Ketika anak Anda tertarik, ajak mereka untuk mandi terlebih dahulu agar anak dapat bermain bersama temannya.

Hindari Kata ‘Jangan’
Cara untuk berkomunikasi dengan mereka juga perlu diperhatikan, Anda juga harus menghindari kalimat yang negatif berupa kata “jangan!” Selain pada saat ini mereka sedang anti untuk dilarang, anak pada usia ini juga masih sulit menyimpulkan bentuk dari kalimat negatif.

Biarkan Anak yang Memutuskan
Sebaiknya daripada Anda ngomel-ngomel dan juga terlalu sibuk kasih perintah, instruksi yang hanya akan berlangsung satu arah, larangan, yang ujung-ujungnya pasti akan berakhir dengan anak yang penuh dengan deraian air mata, mulai sekarang cobalah dibalik. Begitu juga, ketika anak Anda meminta hadiah yang tidak-tidak, apabila anak minta beli mainan yang tidak akan Anda belikan. Sebaiknya Anda memberi tahu anak dengan baik dan juga sabar agar anak dapat mengerti mengapa keinginannya tidak dituruti.

Buka Telinga
Daripada mulut Anda yang terus-terusan berbicara, sebaiknya Anda berhematlah dalam bicara. Sekarang dibalik, telinga yang lebih mendengarkan apa yang menjadi keinginan anak Anda. Tahukah Anda, pada saat lebih banyak mendengar, disitulah Anda sebenarnya menurunkan pagar pembatas. Hal ini berguna agar Anda dapat lebih memahami apa yang menjadi keinginan anak tanpa harus selalu memaksakan kehendak Anda.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × four =

%d bloggers like this: