Mengenal Lebih Jauh Tentang Disleksia

Loading...

Banyak sekali orang yang beranggapan bahwa disleksia dapat memengaruhi tingkat inteligensi dan juga kecerdasan bagi penderitanya, namun tentunya anggapan ini tidaklah benar. Anak yang dengan tingkat kecerdasan rendah maupun tinggi, dapat menderita disleksia. Disleksia merupakan salah satu jenis gangguan kesulitan belajar yang pada umumnya mempengaruhi kemampuan seseorang dalam membaca dan mengeja.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Disleksia

Penyebab dan Gejala Disleksia
Penyebab dari disleksia sendiri belum diketahui secara pasti. Namun para pakar menduga faktor keturunan dan juga genetika berperan di balik gangguan belajar anak. Seorang anak akan memiliki resiko menderita disleksia apabila orang tuanya menderita gangguan tersebut. Selain masalah yang terjadi pada kepekaan fonologi, gejala dari disleksia juga bisa berupa beberapa hal berikut ini :

• Kurangnya memori verbal untuk mengingat urutan pada informasi secara lisan dalam jangka waktu cukup singkat.

• Anak akan kesulitan dalam mengurutkan dan juga mengucapkan sesuatu dalam kata. Contohnya saja urutan angka, menamai warna-warna, dan benda.

• Anak akan kesulitan untuk memproses informasi lisan, contonya saat anak mencatat nomor telepon atau mengikuti pelajaran dikte.

Diagnosis dan Penanganan Disleksia
Sebelum Anda memutuskan untuk pergi ke dokter ataupun spesialis, akan lebih baik jika Anda terlebih dahulu mencari tahu tentang kelebihan dan juga kekurangan anak. Proses ini dapat Anda lakukan dengan melalui permainan seperti puzzle gambar. Apabila memungkinkan Anda juga dapat meminta bantuan dari para guru di sekolah seperti meminta guru anak Anda untuk memberikan program remedial.

Disleksia memang cenderung sulit untuk dideteksi ini dikarenakan gejalanya yang sangat beragam. Diagnosis dari gangguan ini membutuhkan penilaian dari banyak faktor, beberapa diantaranya adalah :

• Riwayat, perkembangan psikis anak , pendidikan, dan yang paling utama adalah kesehatan anak.

• Keadaan anak di dalam rumah.

• Tes yang berguna untuk memeriksa kemampuan anak dalam memahami informasi, membaca, memori, dan juga bahasa pada anak.

Setelah hasil dari diagnosis disleksia sudah pasti, dokter akan lebih menganjurkan penanganan yang sebaiknya untuk dijalani. Disleksia memang belum bisa untuk disembuhkan, namun pendeteksian dan penanganan dini menjadi hal yang sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan anak, khususnya pada saat membaca.

Salah satu dari sekian banyak bentuk penanganan yang dapat membantu penderita disleksia salah satunya adalah dengan pendekatan dan bantuan edukasi yang lebih banyak secara detail. Hal yang paling utama dengan penentuan jenis intervensi yang cocok ini tergantung pada tingkat tes psikologi penderita.

Selain dengan cara intervensi edukasi, orang tua juga sangat memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan pada anak. Langkah yang paling sederhana yang dapat dilakukan dengan membacakan buku yang dapat menarik minat anak. Kegiatan ini tentunya dapat Anda lakukan lebih dari sekali ini dilakukan agar anak dapat terbiasa dengan teks yang berada dalam buku. Menyemangati dan tentunya dengan membujuk anak untuk membaca buku, lalu Anda juga dapat mendiskusikan isinya bersama-sama. Orang tua juga sangat dianjurkan untuk tidak pernah mencela saat anak melakukan beberapa kesalahan dalam membaca dan juga menulis sehingga kepercayaan diri anak juga tidak menjadi turun.

Penanganan pada penderita disleksia membutuhkan waktu dan juga tenaga yang banyak. Maka dari itu keluarga terutama Anda sebagai orang tua serta penderita dianjurkan untuk sangat bersabar menjalani pengobatannya. Dukungan dan juga bantuan dari banyak anggota keluarga dan juga teman dekat akan sangat membantu anak untuk meringankan diseleksia.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − one =

%d bloggers like this: