Tipe-Tipe Neuroplastisitas atau Plastisitas Otak

Loading...

Neoroplastisitas atau plastisitas otak sangat sering disalah artikan sebagai kemampuan otak dalam meregenerasi otak secara keseluruhan. Kemampuan tersebut seperti seseorang yang normal namun kehilangan bagian tubuhnya seperti tangan dalam setelah waktu yang cukup lama sehingga orang tersebut akan melakukan penyesuaian diri kemudian menyeimbangkan tubuh sehingga orang tersebut akan menjadi terbiasa untuk menggunakan satu kaki saja. Pada dasarnya bayi yang baru lahir akan memiliki respon otak yang cukup baik seiring dengan perkembangannya. Apabila terjadi kerusakan otak secara permanen maka otak tidak akan memperbaiki bagiannya sendiri namun akan melakukan penyesuaian dengan menggantikan fungsi otang yang hilang tersebut. Plastisitas otak diartikan sebagai perubahan dari jalur saraf dan juga sinapse berkaitan dengan perubahan sifat, proses berfikir, emosi, lingkungan dan juga perubahan yang terjadi yang diakibatkan cedera dari fisik.

Tipe-Tipe Neuroplastisitas atau Plastisitas Otak

Tipe-tipe neuroplastisitas dan plastisitas otak dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu :

• Experience Independent
Plastisitas experience independent atau dengan kata lain independen terhadap pengalaman banyak dialami ketika masa sebelum kelahiran dan selama masa perkembangan. Hal ini sudah dilakukan penelitian terhadap anak kucing, apabila satu matanya ditutup, maka pada bagian mata yang terbuka akan lebih mempertajam penglihatannya dan pada mata yang ditutup akan mengalami penyusutan. Kemudian, ketika mata yang ditutup terbuka akan mengalami gangguan penglihatan dikarenakan kemampuannya yang menyusut.

• Experience Expectant
Experience expectant atau dengan kata lain mengharapkan pengalaman merupakan perubahan susunan syaraf bisa diderita karena penyakit yang satu ini. Kemampuan pada otak akan memberikan manusia wawasan yang baru dan juga cara bagaimana mengembangkan diri baik secara emosional maupun fisik. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk meningkatkan pengetahuandari segi sikap, sikap maupun kebiasaan yang dilakukan.

• Experience Dependent
Experience dependent yang berarti bergantung pada pengalaman. Semua yang terjadi dalam kehidupan sudah dikendalikan oleh otak, keadaan bodoh ataupun pintar juga dikendalikan oleh otak. Sehingga pemahaman bahwa manusia sudah memiliki takdirnya tidak relevan lagi. Setiap manusia sendiri mempunyai kemampuan guna mengubah kehidupannya mulai dari kebiasaan, sikap dan juga sifatnya. Semua itu bergantung dan dikembalikan kepada setiap individu masing – masing.

Pada saat seorang anak lahir maka mereka seharusnya mempunyai lebih dari 100 milyar sel otak. Namun berat otak bayi hanya seperempat dari berat otak orang yang telah dewasa. Peningkatan masa otak pada anak merefleksikan peningkatan yang spektakuler dari koneksi yang bersifat experience dependent. Plastisitas experience dependent merujuk mekanisme belajar dan penyimpanan memori hasil interaksi seorang dengan lingkungannya, kemudian membentuk jaringan neuronal yang mewakili memori autobiografikal. Plastisitas merupakan hasil dari intrinsik otak untuk mengenali efek suatu pengalaman terhadap kebutuhan dasarnya untuk memulai proses belajar dan juga menyimpan memori. Proses ini akan bermuara pada pembentukan jutaan jaringan neuronal pada neokorteks, yang digunakan untuk merepresentasikan isi memori autobiografik.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 4 =

%d bloggers like this: