Cara Mengendalikan Rasa Marah Terhadap Anak

Loading...

Untuk Anda para orang tua, menahan rasa marah ialah salah satu kemampuan yang harus selalu dimiliki. Kadang-kadang anak bisa melakukan banyak hal yang membuat orang Anda sebagai orang tuanya marah. Kenakalan pada anak sangat wajar apabila terjadi, apalagi pada saat anak memasuki usia dan sekolah di bangku taman kanak-kanak ataupun sekolah dasar.

Cara Mengendalikan Rasa Marah terhadap Anak

Marah atau kesal karena kenakalan anak hal ini memanglah tidak dilarang. Namun, sebaiknya Anda tidak meluapkannya dengan membentak atau memarahi anak dengan nada tinggi dan juga kasar atau hingga memukul anak Anda. Anda perlu mengetahui beberapa strategi untuk mengatasi kemarahan pada anak.

Berikut ini adalah beberapa cara mengendalikan rasa marah terhadap anak :

• Pada saat anak mulai membuat Anda kesal dan marah, sebaiknya Anda terlebih dahulu menarik nafas dalam-dalam secara perlahan. Tindakan ini akan mencegah berkata kasar dan membentak. Ulangi beberapa kali sampai perasaan sedikit lebih tenang. Setelah lebih tenang, otak akan menjadi lebih jernih sehingga Anda bisa mengontrol diri Anda.

• Apabila amarah mulai memuncak, memangl sangat sulit untuk mengontrol diri. Usahakan agar Anda bisa dapat mengendalikan amarah walaupun sulit. Ambil waktu untuk menyendiri, setelah amarah Anda mulai mereda Anda bisa mengajak anak Anda berbicara dan memberikan pengertian bahwa yang dilakukannya merupakan tindakan yang kurang terpuji.

• Setelah Anda telah berhasil mengontrol diri, usahakan untuk mengajak anak Anda bicara dari hati ke hati. Dalam hal ini Anda perlu bertindaklah seperti teman.

• Anda haruslah belajar lebih sensitif terhadap perasaan anak Anda. Ketahui apa yang paling ditakutinya, keinginan, ketertarikan dan juga apa yang tidak disukainya. Dengan lebih memahami anak, maka Anda tentunya akan bisa menyikapi masalah sesuai sudut pandang anak Anda.

• Apabila rasa marah seperti tidak bisa ditahan lagi, Anda dianjurkan untuk pergi sebentar sebelum Anda akan memulai pembicaraan dengan anak. Anda bisa meninggalkan anak ke ruangan lain, jernihkan pikiran Anda sebentar. Setelah merasa lebih tenang, selanjutnya Anda bisa berkomunikasi lagi dengan anak. Usahakan agar Anda tetap berkata – kata dengan lembut dan penuh rasa sayang.

Mulai sekarang stop kekerasan pada anak!

Sebaliknya Anda memperlakukan anak dengan kasih sayang sekalipun anak membuat salah. Usahakan untuk memberikan penjelasan dengan lembut dan juga gunakan bahasa yang lebih mudah untuk dipahami anak Anda. Jangan sampai Anda bertindak dan berlaku kasar kepada anak Anda sendiri seperti dengan cara memukul atau mencubitnya. Dengan cara seperti itu anak akan tetap merasa dihargai dan juga disayang oleh orang tuannya. Sehingga anak Anda dapat tumbuh dan berkembang optimal tanpa harus mengalami kekerasan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − ten =

%d bloggers like this: