Tips Melakukan Potty Training

Loading...

Salah satu keterampilan penting yang sebaiknya Anda kenalkan sejak dini pada anak ialah potty training atau biasa dikenal dengan melatih buang air di toilet. Akan banyak kemudahan yang Anda dan anak rasakan apabila ketrampilan ini sudah dikuasai oleh anak. Salah satunya yaitu anak tidak lagi tergantung pada diapers dan juga bebas dari masalah mengompol dimana saja.

Tips Melakukan Potty Training

Potty training memang seharusnya dilakukan sejak dini. Idealnya, setelah anak memasuki usia 18 bulan karena anak telah mampu berdiri sendiri dengan baik, duduk, dan juga memiliki jadwal BAB yang lebih teratur. Anda dapat melakukan training ini dengan bertahap dan penuh kesabaran mengingat setiap anak memiliki kesiapan yang berbeda-beda. Pada beberapa anak, keinginan belajar ke toilet bisa terjadi saat ia memasuki usia 24 bulan. Hal ini disebabkan karena mereka belum mampu mengontrol untuk buang air kecil dan juga BAB, sehingga proses ini harus dilakukan secara bertahap.

Berikut ini adalah beberapa tips melakukan potty training :

• Disarankan untuk melakukan potty training selama 3 bulan. Apabila selama periode itu anak Anda masih belum berhasil melakukannya, besar kemungkinan anak Anda belum siap. Sehingga Anda juga harus lebih sabar melakukannya.

• Gunakan produk potty training atau tempat duduk khusus potty training dan dudukan toilet khusus balita agar ia merasa nyaman.

• Ajak anak untuk duduk di atas potty selama 10-20 menit, agar anak tahu bagaimana cara buang air yang benar.

• Beri penjelasan bahwa Anda merasa senang jika mereka melakukan buang air kecil di potty.

• Pada anak laki-laki biasanya lebih sulit untuk melakukannya. Sebaiknya Anda memberikan potty yang ukurannya lebih tinggi untuk anak atau ajarkan langsung untuk buang air di toilet seperti biasa, namun dengan bantuan pijakan yang pendek.

• Jangan paksa anak untuk bisa melakukannya. Biarkan anak melakukan sesuai dengan kemampuan dan juga lakukan secara bertahap.

• Usahakan untuk tidak marah jika anak masih belum bisa mengontrol buang airnya. Sebab kemampuan syarafnya mengontrol buang air baru saja terbentuk.

• Berikan pujian apabila anak bisa melakukannya dengan baik.

• Gunakan kata kode untuk pergi ke toilet.

• Jika popoknya basah, ingatkan agar anak memberi tahu Anda.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + six =

%d bloggers like this: