Mengenali Gejala Hingga Faktor Obesitas Pada Anak

Loading...

Obesitas bagi orang awam diidentikan sebagai kelebihan berat badan. Namun secara medis, obesitas memiliki definisi sebagai kelebihan lemak di dalam tubuh. Obesitas juga dapat meningkatkan risiko penyakit lain seperti diabetes dan juga tekanan darah tinggi. Dokter akan menggunakan BMI (body mass index) yang berdasarkan pada berat badan dan juga tinggi badan untuk menentukan apakah seseorang terkena obesitas.

Mengenali Gejala Hingga Faktor Obesitas Pada Anak

Ada obesitas ekstrim atau obesitas parah yang lebih dikenal dengan obesitas morbid yang merupakan sebuah kondisi dimana seseorang memiliki BMI di atas 40 atau lebih. Obesitas tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, namun juga pada anak-anak. Obesitas pada anak tentu saja akan mengganggu pertumbuhannya kelak sampai ia dewasa.

Gejala Obesitas
• Sulit tidur
• Mendengkur
• Henti napas untuk sementara secara tiba-tiba saat tidur
• Merasakan nyeri punggung atau sendi
• Berkeringat secara berlebihan
• Selalu merasa panas
• Menderita ruam atau infeksi pada lipatan kulit
• Sulit bernapas
• Sering ngantuk dan lelah
• Lebih mudah merasa depresi

Penyebab
a. Anak tidak aktif secara fisik maka terjadilah pembakaran lemak yang lebih sedikit.
b. Anak Anda terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi akan kalori, terutama makanan cepat saji.
c. Anak yang terlalu sering bermain gadget mengngakibatkannya kurang waktu tidur
d. Obat-obatan tertentu, seperti obat diabetes, anti kejang, antidepressants, antipsychotic, steroids dan beta blockers.

Faktor resiko
Gaya hidup
Obesitas juga bisa terjadi karena banyak faktor, namun hampir 90% obesitas terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu faktor utamanya ialah karena asupan makanan yang melebihi kebutuhan tanpa diimbangi aktivitas yang cukup. Padahal, aktivitas yang cukup diperlukan guna membakar kelebihan energi yang diperoleh dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Apabila hal ini tidak terjadi, maka kelebihan energi akan diubah menjadi lemak dan langsung disimpan di dalam sel-sel lemak. Namun, jangan langsung panik saat mengingat jumlah makanan yang anak Anda makan tadi malam. Sebab hal ini tentunya tidak akan terjadi dalam waktu singkat, tetapi dalam jangka waktu yang relatif lama.

Faktor Genetik
Ada hal lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya obesitas ialah faktor dari keturunan atau genetik, yaitu sebanyak 20 samapi 35 %. Jadi, apabila ada anggota keluarga dari Anda yang memiliki riwayat obesitas, maka anak Anda dan tentunya Anda sendiri memiliki risiko yang lebih tinggi menderita obesitas. Sebab jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat obesitas, maka hal itu juga akan mempengaruhi seluruh keluarga Anda.
Usahakan untuk melakukan olahraga selama 20 menit minimal tiga kali dalam satu minggu. Aktivitas fisik bisa berupa jalan, ataupun naik tangga. Olahraga yang bisa dipilih seperti jalan, lari, bersepeda, dan juga berenang. Usahakan anak Anda sesedikit mungkin untuk mengkonsumsi minuman yang manis. Saat ini kebanyakan anak minum minuman yang banyak mengandung pemanis buatan seperti teh dan jus. Semua itu harus dikurangi dan diganti dengan banyak minum air putih.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × one =

%d bloggers like this: