Mengenal Lebih Dalam Tentang Roseola

Loading...

Roseola atau yang lebih dikenal dengan istilah penyakit keenam, exanthem subitum, dan roseola infantum adalah infeksi virus pada anak yang umumnya terjadi pada usia antara 6 bulan sampai 2 tahun. Penyakit jenis ini biasanya ditandai dengan demam yang tinggi selama beberapa hari, lalu kemudian diikuti dengan munculnya ruam merah setelah demamnya reda.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Roseola

Penyakit ini disebabkan oleh human herpesvirus (HHV – virus herpes dari manusia) tipe 6 dan juga tipe 7. Kedua virus ini adalah jenis yang sama atau masih 1 family, virus ini lebih dikenal dengan nama herpes simplex viruses atau HSV. Tetapi HHV-6 dan juga HHV-7 tidak menyebabkan nyeri seperti demam dan juga infeksi herpes pada alat kelamin seperti yang disebabkan oleh virus HSV.

Tanda dan gejala
Pada umumnya gejala akan diawali dengan gangguan ringan di saluran pernapasan bagian atas, lalu akan diikuti dengan demam tinggi selama beberapa hari. Selama demam, anak Anda akan terlihat lebih rewel, selera makan menurun, dan juga adanya pembengkakan kelenjar limfe di bagian leher. Seringkali demam tinggi ini tiba-tiba menurun, dan pada waktu bersamaan muncul bercak kemerahan di seluruh tubuh. Bercak merah ini akan berubah warna menjadi putih bila disentuh, dan juga ada juga sejumlah bintik kemerahan yang lebih muda. Ruam ini biasanya menyebar ke daerah sekitar leher, wajah, lengan, dan juga kaki.

Demam yang mendadak tinggi pada penyakit Roseola ini kadangkala memicu terjadinya febrile seizures atau kejang akibat demam tinggi, terjadi pada sekitar 15% – 20% anak yang terkena Roseola. Tanda-tanda akan munculnya kejang demam ini adalah :
• Anak tidak sadarkan diri
• Akan terjadi kejang selama 2 – 3 menit pada lengan, kaki, atau wajah
• Anak kehilangan kemampuan mengendalikan rasa ingin buang air.

Penularan
Roseola adalah penyakit yang mudah menular, cairan tersebar ketika orang terinfeksi berbicara, tertawa, bersin, maupun batuk. Orang lain yang tubuhnya sehat menghirup atau menyentuh cairan tersebut dan juga menyentuh hidung atau mulut sendiri sehingga menjadikannya tertular virus ini.

Pencegahan
Hingga kini belum ditemukan cara yang efektif untuk mencegah penularan virus ini . Dikarenakan penyakit ini menyerang anak, ada juga pemikiran bahwa bila anak sudah terkena penyakit ini maka ia akan kebal akan penyakit ini di kemudian hari.

Durasi
Umumnya demam Roseola terjadi antara 2 – 7 hari yang diikuti oleh munculnya bercak merah yang muncul selama beberapa jam hingga beberapa hari.

Pengobatan Profesional
Dokter akan mengkaji riwayat penyakit ini dan juga melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Diagnosis dari penyakit roseola seringkali baru bisa dipastikan setelah demam turun atau bercak merah muncul, maka dokter mungkin akan memberikan beberapa tes lagi guna meyakinkan jika demam ini tidak disebabkan oleh infeksi oleh bakteri atau virus yang lainnya. Roseola biasanya tidak terlalu membutuhkan pengobatan yang khusus. Pengobatan ini biasanya ditujukan untuk menurunkan demam.

Pengobatan di rumah
Selama anak dalam keadaan demam tinggi, Anda dapat membuat anak nyaman dengan menggunakan handuk yang direndam dalam air. Ingat jangan menggunakan es, air dingin, dan alkohol. Acetaminophen atau ibuprofen akan dapat membantu menurunkan panas anak . Jangan pernah memberikan aspirin pada anak yang sedang terkena infeksi ini karena bisa menyebabkan reye syndrome yang bisa berakibat fatal seperti gagal ginjal dan yang paling fatal ialah kematian.

Guna mencegah dehidrasi yang diakibatkan demam tinggi, usakan agar anak lebih banyak mengkonsumsi banyak cairan seperti air putih , cairan pengganti ion tubuh. Bila anak Anda masih menyusu ASI, pemberian ASI yang teratur juga bisa membantu mencegah dehidrasi.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 2 =

%d bloggers like this: