Seluk-Beluk Kehamilan Ektopik

Loading...

Kehamilan ektopik yang biasa dikenal sebagai kehamilan di luar kandungan merupakan suatu kondisi sel telur yang sudah dibuahi tidak mampu menempel dan melekat pada rahim, namun melekat pada tempat lain atau berbeda yaitu di tuba falopi, leher rahim, dan juga dalam rongga perut atau di bagian indung telur. Dengan kata lain, kehamilan ektopik merupakan kondisi dimana sel telur yang sudah dibuahi mengalami implantasi pada tempat selain tempat seharunya, yakni uterus. Apabila sel telur yang telah dibuahi menempel pada saluran telur, hal ini dapat menyebabkan kondisi perut yang bengkak atau pecahnya sel telur akibat pertumbuhan embrio.

Seluk-Beluk Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik terjadi sekitar 1% dari banyak kehamilan dan hal ini merupakan suatu kondisi yang darurat dimana dibutuhkan pertolongan secepatnya. Apabila jika dibiarkan kondisi tersebut sangat berbahaya dan mampu mengancam nyawa, hal ini disebabkan oleh perdarahan di dalam rongga abdomen, dan bukan terjadinya perdarahan yang keluar. Dalam kasus kehamilan ektopik, janin akan memiliki kemungkinan yang kecil untuk bisa bertahan hidup.

Penyebab Kehamilan Ektopik
• Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya
• Pernah mengalami operasi pembedahan pada daerah sekitar tuba falopi
• Pernah mengalami Diethylstiboestrol selama masa kehamilan
• Kondisi tuba fallopi yang mengalami kelainan kongenital
• Memiliki riwayat Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti gonorrhea, klamidia dan PID (pelvic inflamamtory disease)

Gejala Kehamilan Ektopik
Pada usia kehamilan mencapai usia 7-10 minggu, biasa yang mengalami kehamilan ektopik akan mengalami gejala seperti :
• Rasa sakit pada daerah panggul salah satu sisinya ini biasanya terjadi dengan tiba-tiba
• Pendarahan pada vagina di luar jadwal menstruasi
• Mengalami rasa nyeri yang sangat pada daerah perut bagian bawah
• Pingsan

Gejala Tahap Lanjut
• Rasa sakit perut yang muncul akan semakin sering terjadi
• Kulit terlihat lebih pucat
• Tekanan darah rendah
• Detak atau denyut nadi yang meningkat lebih tinggi

Diagnosa
Kehamilan ektopik biasanya sangat sulit untuk didiagnosa oleh dokter, karena gejala dan juga tanda kehamilan ektopik juga biasa terjadi pada kehamilan normal. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kehamilan ektopik, yaitu dengan cara:
• Menggunakan USG  untuk mendeteksi kehamilan ektopik karena tuba falopi terlihat mengalami kerusakan dan terjadinya perdarahan atau di luar uterus terdapat embrio
• Melalui pengukuran terhadap kadar HCG.
• Dilakukannya pembedahan dengan cara sayatan kecil di bagian bawah perut (laparoskopi)

Pengobatan
Dokter akan membatalkan kondisi kehamilan ektopik dengan cara pemberian obat untuk menahan perkembangan dari embrio. Efek jangka panjang akan dapat dihindari jika kehamilan ektopik telah terdekteksi sejak dini. Apabila kehamilan ektopik telah terdektesi sejak dini, hal ini tentunya dapat ditangani dengan pemberian obat agar dapat diserap oleh tubuh sehingga kondisi tuba falopi masih dalam keadaan yang baik. Namun apabila kondisi serius, seperti jika tuba falopi telah mengembang, maka dokter tentunya akan melakukan operasi.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − two =

%d bloggers like this: