5 Fungsi Serta Masalah Pada Plasenta yang Mengganggu Janin

Loading...

Anda tentu sudah mengetahui bahwa plasenta berfungsi sebagai penyalur nutrisi untuk janin yang diperoleh dari makanan yang dimakan dari ibu yang mengandungnya. Plasenta berguna sebagai antibodi dan juga menjaga kekebalan tubuh agar tetap terjaga. Maka dari itu Anda haruslah rajin memeriksakan kandungan Anda agar kehamilan dan juga plasenta terjaga dengan baik.

Fungsi Serta Masalah Pada Plasenta yang Mengganggu Janin

Selain fungsi diatas, plasenta juga memiliki fungsi lain seperti :

• Berfungsi mengirimkan gizi dan oksigen dari darah ibu pada janin.

• Membawa zat karbondioksida dan sisa-sisa pembuangan janin kembali ke darah ibu.

• Membentuk penahanan untuk infeksi dan obat tertentu, terkecuali virus rubella dan aspirin dosis tinggi.

• Memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu setelah persalinan.

• Untuk mengeluarkan hormon, terutama human chorionic gonadotrophin (HCG), progesteron dan oestrogen.

Ari-ari atau plasenta adalah sebuah organ yang sangat luar biasa dan hanya sedikit dari ibu yang pernah melihatnya. Mereka tahu keberadaannya namun hanya sebagian kecil yang menanyakan atau memperhatikan kumpulan jaringan pendukung utama dari kehidupan bayi di dalam rahim. Plasenta terdiri dari 200 lebih pembuluh vena halus yang berbentuk mirip gumpalan hati mentah. Permukaan maternal yang menempel pada rahim, tampak kasar dan berongga. Warnanya merah tua terbagi dalam 15-20 tonjolan cotyledon, yang merupakan villi atau tonjolan berbentuk jari. Permukaan fetus sangat lembut, dengan tali pusar biasanya terdapat di bagian tengah. Bila tali pusar di bagian pinggir disebut battledore plasenta. Plasenta dewasa, berbentuk seperti piringan datar. Beratnya sekitar 500 gram, diameternya 20 cm tebal bagian tengahnya 2,5 cm. Ukuran dan berat plasenta disesuaikan dengan ukuran janin. Plasenta biasanya berada pada bagian atas rahim. Plasenta juga menjadi salah satu faktor yang penting guna menunjang kehamilan yang baik Anda. Sehingga penting bagi Anda untuk mengetahui masalah-masalah yang sering menyerang plasenta.

Berikut ini adalah beberapa masalah pada plasenta yang sering menganggu janin :

Placenta Solusio
Yaitu lepasnya plasenta sebelum waktunya dari bagian dinding rahim. Ada tiga kategori lepasnya plasenta yaitu lepas seluruhnya (solusio plasenta totalis), lepas sebagian yaitu solusio plasenta parsialis, dan lepas sedikit bagian dari pinggiran ari-ari (ruptura sinus marginalis).

Placenta Previa
Yaitu kondisi plasenta menutupi mulut rahim baik sebagian atau total. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan pada trimester terakhir, sekaligus memicu persalinan prematur sinus marginalis.

Retensio Plasenta
Yaitu plasenta menempel terlalu kuat pada dinding rahim setelah bayi lahir. Padahal pada kondisi yang normal harusnya plasenta dapat terlepas sendiri.

Perkapuran Plasenta
Hal ini merupakan sesuatu yang normal apabila terjadi akhir kehamilan atau minggu ke-38, tapi tidak normal bila terjadi sebelum minggu ke-28. Gangguan ini disebabkan oleh gumpalan darah beku yang menyumbat pembuluh darah, sehingga mengganggu aliran darah dari rahim ke plasenta.

Plasenta Insufisien
Keadaan dimana plasenta tidak bisa menyalurkan nutrisi dari ibu ke janin dengan baik. Biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok, diabetes kronis, atau mengidap kelainan ginjal. Gangguan ini menyebabkan ukuran janin lebih kecil dari normal.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + nine =

%d bloggers like this: