Serba-Serbi Penyakit Pes pada Anak

Loading...

Penyakit ini adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh hewan dan ditularkan kepada manusia yang disebabkan oleh bakteri yang bernama Yersinia Pestis. Pes sendiri juga dikenal dengan sebutan black death sebutan ini diberikan karena salah satu gejalanya adalah warna kehitaman di ujung jari. Penyakit ini banyak dibawa oleh hewan pengerat terutama tikut, penyakit ini berpindah melalui perantara kutu, penyakit ini juga sangat mudah menular dan mempunyai resiko kematian yang tinggi.

Serba-Serbi Penyakit Pes pada Anak

Gejala
Gejala yang ditimbulkan bisa muncul setelah 3 sampai 10 hari setelah digigit oleh kutu yang membawa virus tersebut. Gejala awal sendiri yang dirasakan yaitu adanya nyeri di daerah selangkangan, berkurangnya nafsu makan, berdebar- debar dan juga rasa dingin di badan.

Berikut ini adalah beberapa tipe penyakit pes yang sering menyerang tubuh manusia :

Pes tipe kelenjar getah bening (bubonik)
Pes tipe ini paling sering ditemui. Dengan demam yang menjadi gejala awal suhu badan bisa menjadi sangat panas dan juga disertai dengan nyeri sendi, otot, dan juga sakit kepala yang berlebihan. Setelah itu, anak akan sakit di bagian kelenjar ketah bening, dalam hitungan jam dalam kelenjar yang bengkak akan terisi nanah yang mengandung bakteri.
Bakteri ini sangat berbahaya, bakteri inilah yang menyebarkan racun ke seluruh tubuh, apabila tidak segera ditangani anak akan mengalami komplikasi yang berupa pendarahan di saluran pernafasan, di saluran pencernaan dan bahkan bisa mengalami koma. Penyakit pes yang menyebar ke dalam otak bisa menyebabkan radang selaput otak atau yang lebih dikenal dengan sebutan meningitis.

Pes tipe infeksi luas (septikemia)
Pes tipe ini membuat tubuh banyak terjadi perubahan warna yang menjadi kehitaman ini diakibatkan bakteri menghambat dan membekukan peredaran darah, bukan hanya pembekuan darah anak juga anak mengalami buang air besar disertai darah. Pes jenis ini sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa hanya dalam waktu yang relatif singkat.

Pes tipe paru–paru (pneumonik)
Pada pes tipe ini, bakteri akan menginfeksi paru-paru. Infeksi pada paru dapat terjadi secara primer akibat penularan dari udara atau titik-titik air liur dari penderita lain. Atau secara sekunder dari penyebaran bakteri melalui aliran darah pada tipe bubonik. Gejala tipe ini yaitu lemah, nyeri kepala, demam, batuk dan sesak nafas. Batuk umumnya berdahak cair dan disertai darah. Sejak awal dapat terjadi penurunan kesadaran lalu penderita dapat meninggal pada hari keempat sampai kelima setelah gejala pertama timbul jika tidak segera ditangani.

Penyebaran dan penularan
Penyakit ini bisa ditemui di berbagai belahan dunia, dengan cara penularan yang sangat mudah menjadikan penyakit ini menular hanya dengan batuk dan bersin. Bakteri ini kemudian menyebar melalui aliran darah ke organ-organ lain seperti limpa, paru-paru, hati, ginjal dan otak.  Pes tidak hanya dapat menginfeksi hewan pengerat tikus, namun juga bisa menginfeksi kucing, anjing, dan tupai.

Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran dan penularan penyakit pes :
• Makanan atau minuman yang tercemar bakteri.
• Kontak tidak langsung yaitu dengan adanya sentuhan terhadap tanah atau permukaan yang terkontaminasi bakteri.
• Kontak langsung yang terjadi karena sentuhan kulit yang terluka terhadap nanah atau luka penderita pes, termasuk kontak seksual.
• Kontak titik-titik air liur (droplet) di udara : gejala yang bisa ditimbulkan berupa batuk atau bersin dari penderita pes dengan radang paru.
• Melalui udara : hirupan udara yang mengandung bakteri Y yang dapat bertahan di udara cukup lama.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × four =

%d bloggers like this: