6 Bahaya Memakai KB IUD

Loading...

IUD merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi yang dianggap praktis dan juga efisien yang dipasang dalam rahim guna mencegah terjadinya kehamilan. IUD dapat dipakai dalam jangka waktu 5 sampai dengan 10 tahun. Selain itu, IUD memiliki tingkat keberhasilan yang mencapai 97%. Tetapi hal yang perlu diperhatikan dari pemakaian alat kontrasepsi ini adalah akseptor harus mematuhi jadwal kontrol yang telah ditentukan, yaitu satu minggu setelah pemasangan, lalu sebulan sekali, 3 bulan sekali, serta 6 bulan sekali.
Meskipun dianggap relatif aman dan juga praktis, namun penggunaan alat kontrasepsi ini dapat menimbulkan beberapa efek samping dan bahaya bagi penggunanya.

Bahaya Memakai KB IUD

Berikut ini adalah beberapa bahaya yang ditimbulkan dari memakai KB IUD :

Terjadinya perdarahan ringan (spotting)
Perdarahan ini terjadi selama 2 hingga 3 hari pasca dilakukan pemasangan IUD. Meskipun dianggap sesuatu yang wajar, tetapi kadang kala timbulnya spotting yang dialami oleh pengguna dapat membawa dampak pada kondisi psikologisnya.

Spiral dapat terlepas
Pemasangan yang tidak hati-hati serta ukuran spiral yang juga tidak sesuai dengan besar rahim serta kedalaman rahim tidak akan membawa manfaat apapun bagi penggunanya. Ini akan mengakibatkan IUD bisa terlepas atau bergeser dari tempat yang seharusnya. Selain itu, dampak yang paling buruk lagi yaitu timbulnya luka pada rongga rahim akseptor.

Timbulnya keputihan
Pemasangan sari IUD menjadi salah satu yang menjadi penyebab keputihan. Ini karena IUD termasuk benda asing yang dimasukkan ke dalam tubuh. Kemungkinan besar terjadinya keputihan tersebut karena terjadi iritasi yang berasal dari spiral atau benangnya. Meskipun dianggap sebagai suatu kewajaran, namun apabila keputihan tersebut dibarengi dengan timbulnya rasa gatal, bau yang menyengat, serta perubahan warna pada keputihan . Hal tersebut memerlukan tindakan medis segera. Karena hal ini menandakan bahwa telah terjadi infeksi.

Terjadinya perdarahan di rongga perut
Komplikasi yang lebih lanjut dari bahaya IUD saat pemasangannya yaitu terjadinya perdarahan hebat pada rongga rahim. Hal ini bisa disebabkan pada saat pemasangan yang kurang hati-hati. Ini juga bisa diakibatkan karena saat pemasangan kondisi rahim terlalu lunak pasca melahirkan ataupun pasca menjalani operasi caesar sehingga menimbulkan perforasi atau jebolnya dinding rahim. Dan jika perdarahan ini terlanjur terjadi, maka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses penyembuhannya. Jalan satu-satunya adalah dilakukan operasi bedah perut atau yang sering disebut laparatomi.

Siklus menstruasi yang kacau
Dampak lainnya dari pemasangan IUD adalah terjadinya siklus menstruasi yang tidak teratur atau terjadinya perdarahan diluar siklus menstruasi pada akseptor.

Terjadinya peradangan serviks
Apabila Anda lalai untuk melakukan kegiatan kontrol pada waktu yang telah ditentukan atau mengabaikan terjadinya keluhan-keluhan. Sekecil apapun bahaya akibat IUD pemasangan ini dapat mengalami banyak hal yang justru akan merugikan kondisi kesehatannya. Misalnya saja terjadi peradangan pada daerah serviks atau terjadinya infeksi pada rahim yang bisa diketahui dari bahaya keputihan yang terjadi.
Jika hal tersebut terlanjur terjadi, maka langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan pengangkatan kembali spiral yang sudah terpasang hingga gangguan tersebut sembuh.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 12 =

%d bloggers like this: