6 Jenis Penyakit Yang Ditandai Dengan Bercak Merah Pada Kulit Bayi

Loading...

Bayi yang baru lahir sering mengalami gangguan kesehatan termasuk gangguan kulit yang menimbulkan ruam kemerahan pada kulit. Para orang tua sering mengira bahwa tanda kemerahan tersebut merupakan penyakit campak atau iritasi biasa. Namun, beberapa penyakit berbahaya lainnya juga dapat menunjukkan gejala kemerahan yang sama.

Jenis Penyakit Yang Ditandai Dengan Bercak Merah Pada Kulit Bayi

Berikut ini beberapa penyakit yang dimaskud :

1. DBD
Salah satu tanda bahwa anak terserang penyakit DBD yaitu timbulnya bercak merah pada hari kesatu hingga hari keempat yang mirip seperti campak. Bercak merah yang disertai demam ini akan hilang pada hari kelima hingga hari ketujuh.

2. Rubella
Penyakit rubella atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘campak jerman’ ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Virus rubella dapat menginfeksi tubuh melalui hidung dan tenggorokan. Virus rubella ini dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya sehingga untuk mencegah penyebarannya sebaiknya para ibu hamil melakukan pemeriksaan tes rubella sebelum merencanakan kehamilan.

3. Infeksi Mononukleus
Penyakit yang satu ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus epstein Barr yang menunjukkan tanda demam yang disertai nyeri pada tenggorokan. Selain itu, penyakit ini juga akan menimbulkan pembesaran pada kelenjar getah bening.

4. Exantema Subitum
Exantema Subitum merupakan suatu kelainan yang terjadi akibat infeksi virus yang mirip dengan campak. Exantema subitum akan mengeluarkan tanda kemerahannya dalam satu hingga tiga hari kemudian.

5. Allergic Drug Eruption
Reaksi alergi pada kulit yang terjadi sebagai akibat dari pemberian obat dengan cara yang sistematik. Pada saat dilakukan pemeriksaan fisik pada seluruh tubuh tampak papul eritematous diskret sehingga diperlukan adanya pengobatan melalui terapi sistematik.

6. Sindrom Kawasaki
Demam yang disertai bercak merah dapat terjadi pada bayi yang dapat mempengaruhi beberapa organ termasuk kulit, kelenjar getah bening, selaput lendir dan juga dinding pembuluh darah akan tetapi efek yang paling serius pada jantung yang akan beresiko lebih tinggi pada anak.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − eighteen =

%d bloggers like this: