Konjungivitis (Mata Merah) Pada Anak

Loading...

Konjungivitis, mungkin terdengar asing ditelinga Anda. Bagaimana dengan mata merah? Ya konjungivitis dan mata merah adalah sama, keduanya merupakan peradangan atau inflamasi pada konjungtiva. Konjungtiva merupakan selaput bening atau selaput mukosa tipis yang melapisi serta menutupi bagian warna putih pada mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata. Konjungivitis bisa menyebar demikian cepat sehingga menyebabkan mata rusak. Ketika mata bayi menunjukkan beberapa gejala konjungivitis, sebaiknya segera bawa bayi ke dokter untuk diperiksa dan mendapatkan penanganan lebih dini.

Konjungivitis (Mata Merah) Pada Anak

Berikut ini beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai konjungivitis :

Penyebabnya
– Virus yang biasanya berasal dari tipe Adenovirus.
– Bakteri atau kuman seperti Staphylococcus dan Streptococcus.
– Jamur, meskipun jarang terjadi.
– Alergi pada cuaca atau debu.
– Bahan-bahan kimia seperti sabun, kosmetik, atau khlorin.
– Benda-benda asing yang masuk ke mata.

Tanda-tanda
– Bayi sering mengedipkan atau mengucek mata karena tak nyaman dan merasa gatal.
– Mata merah termasuk pada bagian dalam kelopak mata.
– Pembengkakan di daerah mata karena terjadinya pembesaran pembuluh darah di konjungtiva serta area disekitarnya sebagai reaksi nonspesifik peradangan.
– Saat bangun tidur di pagi hari, mata dan kelopaknya lengket seperti dilem.
– Sering mengerjapkan mata akibat lebih sensitive pada cahaya yang terang.
– Produksi air mata terlalu berlebih atau epifora.

Penularan
– Bersentuhan langsung dengan penderita atau berada di dekatnya.
– Menggunakan sesuatu yang sudah digunakan oleh penderita seperti handuk dan tisu.
– Cairan dari mulut atau hidung yang berasal dari batuk atau bersin penderita.

Penyembuhan
– Konjungivitis dapat sembuh dengan sendirinya tanpa ada pengobatan dalam waktu 10 sampai 14 hari. Namun bila diobati, biasanya dapat kembali pulih dalam waktu sekitar 3 hari.
– Untuk konjungivitis yang disebabkan oleh bakteri dapat diobati dengan antibiotik topical yaitu obat tetes atau salep, seperti Gentamysin 0, 3%, Chloramphenicol 0, 5%.
– Untuk konjungivitis karena alergi dapat diobati dengan obat tetes mata antihistamin (antazoline 0, 5%, naphazoline 0, 05%), kortikosteroid (deksamethason 0, 1%) atau gabungan keduanya.
– Untuk Konjungivitis karena virus akan sembuh dnegan sendirinya atau tanpa obat.

Bila memiliki alergi konjungivitis sebaiknya diberi obat anti alergi yang berbentuk pil, cairan, atau tetes mata.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 8 =

%d bloggers like this: