6 Kesalahan Dalam Memberi Obat Kepada anak

Loading...

Ketika anak sakit orang tua memang dibuat khawatir. Namun, Anda tetap harus tenang saat memberi anak obat. Jangan sampai Anda melakukan beberapa kekeliruan yang memungkinkan munculnya dampak lain bagi kesehatan anak.

Kesalahan Dalam Memberi Obat Kepada anak

Berikut beberapa kekeliruan yang kerap terjadi dalam memberikan anak obat :

Tidak menggunakan sendok takar
Biasanya obat yang berupa sirup telah dilengkapi dengan sendok takar. Pakailah sendok takar tersebut sehingga dapat memberi ukuran yang tepat sehingga anak mendapatkan dosis obat yang tepat juga.

Tidak konsultasi dengan dokter
Tidak semua obat yang dijual dipasaran aman untuk dikonsumsi oleh balita, apalagi pengaturan obat di Indonesia yang kurang ketat. Sebaiknya Konsultasikan terlebih dulu pada dokter sebelum Anda memberi obat pada anak.

Melebihi dosis
Kemungkinan Anda merasa bahwa obat yang diberikan tidak langsung bereaksi, sehingga Anda merasa perlu menaikkan dosisnya supaya anak akan lebih cepat sembuh. Namun tindakan ini adalah hal yang salah. Menaikkan dosis obat bukan berarti mempercepat penyembuhan. Menaikkan dosis obat justru beresiko negatif. Anda perlu menunggu beberapa saat hingga anak dapat benar-benar sembuh dari penyakitnya.

Tidak memperhatikan waktu kadaluarsa
Obat sama seperti makanan kemasan yang mempunyai waktu kadaluarsa. Sebelum memberikan kepada anak sebaiknya Anda melihat waktu kadaluarsanya, terlebih untuk obat-obat yang hanya dikonsumsi sesekali saja. Selain itu, beberapa obat yang diberikan tidak selalu dalam dosis yang sama, pastikan Anda membaca panduan pemberian obat terlebih dahulu.

Salah memberikan obat
Kondisi anak yang sedang sakit tentu membuat Anda cemas dan membuat Anda jadi tergesa-gesa hingga terjadi kemungkinan salah mengambil obat. Obat yang seharusnya untuk orang dewasa justru Anda berikan pada anak. Untuk menghindari hal semacam ini, sediakan tempat khusus untuk menaruh obat anak terpisah dari kotak obat orang dewasa.

Tidak menghabiskan antibiotik
Salah jika Anda berpikir untuk berhenti memberi antibiotik saat melihat anak sudah sehat. Obat antibiotik harus dihabiskan agar penyakit tidak kambuh lagi. Tetapi, Anda juga harus cermat bahwa tidak semuanya penyakit yang diderita anak perlu diobati dengan antibiotik.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + 20 =

%d bloggers like this: