Perhatikan Kandungan Gluten Untuk Anak Autis

Loading...

Makanan yang memiliki kandungan gluten dianggap dapat memperberat gejala pada anak autisme, masalah dalam bagian hubungan sosial, komunikasi, tingkah laku, masalah sensorik serta motorik. Salah satu langkah yang bisa dilakukan supaya gejala ini tidak bertambah yaitu melalui pengaturan pola dan nutrisi makan untuk anak berkebutuhan khusus, termasuk pengaturan diet bebas gluten pada anak penderita autis.

Perhatikan Kandungan Gluten Untuk Anak Autis

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai gluten :

Apakah yang dimaksud gluten
Gluten merupakan campuran bentuk yang tidak teratur dari protein yang secara alami ada pada serealia atau biji-bijian. Kandungan gluten bisa mencapai 90% dari keseluruhan protein dalam tepung, 8% lemak serta 2% karbohidrat. Makanan yang memiliki kandungan gluten yaitu makanan yang berbahan dasar gandum rye, barley, oat, sereal dan pasta. Kandungan gluten paling sedikit ada pada oat, sedangkan kandungan glutennya yang paling banyak ada pada roti gandum.

Manfaat Gluten
Sifat gluten yang kenyal dapat digunakan dalam pembuatan daging tiruan untuk para vegetarian. Sedangkan untuk tubuh, gluten bermanfaat seperti zat protein yaitu untuk memelihara sel tubuh, membangun sel serta mengganti sel tubuh yang rusak. Bahan makanan hewani seperti telur, daging, unggas dan ikan menjadi sumber protein yang baik dalam jumlah ataupun kualitasnya. Selain protein hewani, ada juga protein nabati seperti kacang-kacangan, tempe, tahu, termasuk gandum memiliki nilai mutu atau nilai biologi yang tinggi sehingga dapat dicerna dengan baik didalam tubuh.

Bebas gluten
Suatu riset menemukan bahwa ada jalinan antara gluten, perilaku individu dan autisme. Tubuh anak yang menderita autisme, metabolisme glutennya tidak sama dengan orang biasa. Tubuh mereka tidak dapat mencerna gluten dengan sempurna serta menghasilkan enzim protein yang menyerupai morfin yang membuat tingkah laku mereka menjadi hiperaktif. Namun karena masuknya gluten melalui saluran pencernaan, maka dampak yang diakibatkan kebanyakan juga berlangsung pada saluran pencernaan seperti kembung dan diare. Oleh karena itu gluten dianggap memperberat gejala autisme pada anak. Salah satu langkah menghindari agar gejala ini tidak lebih berat sebaiknya Anda mnegurangi bahkan tidak memberikan makanan yang mengandung gluten.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + five =

%d bloggers like this: