5 Makanan Penyebab Alergi Pada Anak

Loading...

Alergi makanan merupakan tanggapan sistem kekebalan tubuh pada alergen atau penyebab alergi. Alergi makanan dihadapi oleh sekitar 3% hingga 7% anak dengan reaksi alergi yang berbeda-beda.

Makanan Penyebab Alergi Pada Anak

Berikut ini beberapa makanan yang biasanya menjadi alergen atau penyebab alergi pada anak :

Makanan laut (seafood)
Makanan laut seperti ikan laut, cumi, udang dan kepiting menjadi makanan yang sering mengakibatkan alergi karena kandungan histamin yang dimilikinya. Histamin terbentuk dari protein yang bereaksi dengan enzim-enzim yang terbentuk setelah kematian makhluk hidup. Jika makanan disajikan dalam keadaan yang tidak segar maka akan semakin tinggi kandungan histaminnya. Reaksi alergi biasanya berupa asma, ruam merah serta bentol-bentol pada kulit.

Susu sapi
Dalam susu sapi dan produk olahannya terdapat protein yang disebut dengan beta-laktoglobulin yang bisa menyebabkan alergi. Gejala dan reaksinya bermacam-macam seperti diare berdarah, muntah, sakit perut, eksim serta ruam kulit. Alergi ini akan menghilang seiring bertambahnya umur, kematangan saluran cerna serta sistem imun atau maturitas pada anak.

Buah
Reaksi alergi pada buah-buahan seperti jeruk, tomat, stroberi dan kiwi sering dilaporkan sebagai penyebab alergi. Alergi buah ini terjadi pada sebagian besar anak yang berusia 15 bulan. Gejala alergi yang muncul biasanya berupa gatal-gatal di mulut.

Telur
Alergen yang penting diperhatikan pada anak khususnya yang menderita dermatitis atopic (bercak dengan bintik-bintik merah dan gatal) yang biasanya terjadi di kedua pipinya, bisa meluas hingga ke leher, lengan serta tungkai dan bersifat kronik berualang). Alergi terhadap telur ini tidak berarti akan membuat anak alergi juga terhadap ayam ataupun bulu ayamnya.

Kacang-kacangan
Kelompok kacang-kacangan seperti, kacang tanah, mede, kenari, almond dan semacamnya memiliki karakter alergen yang ringan dengan gejala umum gatal-gatal di tenggorokan. Bila ada riwayat alergi kacang dalam keluarga, sebaiknya Anda tidak memberikan kacang tanah dan produk olahannya kepada anak sampai usianya mencapai 3 tahun.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 4 =

%d bloggers like this: