Efek Ngempeng Bagi Bayi

Loading...

Menghisap sesuatu memang membuat balita nyaman dan tenang. Bayi memang memiliki rutinitas menghisap sesuatu. Bahkan, banyak gambar di monitor USG yang menunjukkan janin sedang asyik menghisap jempolnya. Selain untuk memperoleh ASI, kebiasaan menghisap nyatanya menjadi langkah dan usaha alami bayi untuk memperoleh rasa tenang dan nyaman di dunia baru di luar rahim sang ibu yang belum terlalu dikenalnya. Alasan inilah yang memicu beberapa ibu setuju memberikan dot atau empeng (pacifier) pada bayinya.

Efek Ngempeng Bagi Bayi

Di lain sisi, kegiatan mengempeng memiliki dampak yang kurang baik terhadap bayi. Karena hasrat menghisap yang telah terpuaskan melalui dot atau empeng, bayi jadi malas mengisap puting payudara sang ibu. Dr. Cynthia R. Howard, MPH menyampaikan untuk membatasi pemakaian dot hanya pada waktu tidur di usia 10-12 bulan. Dan kegiatan ini jangan dilanjutkan hingga usia 3-4 tahun supaya tidak mengganggu perkembangan gigi dan kesehatan gusi bayi.

Berikut ini sisi positif dan negatif dari bayi yang melakukan kegiatan ngempeng.

Dampak Positif
– Membantu menenangkan bayi saat rewel.
– Membantu bayi cepat tidur karena merasa nyaman.
– Membantu menurunkan resiko sindrom bayi meninggal mendadak (SIDS).
– Membantu menghilangkan kebiasaan menghisap jempol.
– Membantu mengalihkan perhatian bayi saat lapar, sementara ibu mempersiapkan dirinya sendiri.

Dampak Negatif
– Menghilangkan hasrat bayi untuk mengisap puting payudara ibu.
– Meningkatkan resiko bayi terserang infeksi saluran telinga.
– Menyebabkan ketergantungan bayi untuk memperoleh kenyamanan dengan bantuan dot.
– Meningkatkan resiko gangguan pertumbuhan dan kesehatan gusi dan gigi bayi, jika terlalu lama ngempeng.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × one =

%d bloggers like this: