Fast Food Vs Slow Food

Loading...

Untuk para ibu yang bekerja, fast food kadang-kadang menjadi jalan keluar apabila tidak sempat mempersiapkan makan untuk keluarga. Hati-hati, terus-terusan memberi hidangan cepat saji, tidak baik untuk keluarga, khususnya untuk anak. Berikut ini adalah ulasannya tentang fast food untuk Anda.

Fast Food Vs Slow Food

1. Keunggulan dan kekurangan
Baik fast food ataupun slow food keduanya sama mempunyai keunggulan serta kekurangan. Fast food unggul dalam keringanan mengelola dan kebersihannya. Demikian sebaliknya, slow food berisiko semakin besar terkontaminasi ketimbang fast food, terlebih pada sistem membuatnya.

2. Beda waktu pengolahan
Fast food merupakan istilah untuk makanan yang penyajiannya mengonsumsi waktu yang singkat, yang dikonsumsi dengan cara instan. Cirinya, kandungan gizi fast food umumnya tak seimbang. Umumnya memiliki kandungan kalori tinggi namun sangat rendah serat. Juga, tinggi kandungan lemak, gula, serta garam.

Sedangkan slow food merupakan makananan yang perlu waktu lama untuk pemrosesannya. Umumnya berbentuk makanan tradisional, seperti rendang, ayam ungkep, sop buntut, nasi uduk dan sebagainya. Untuk kandungan gizi, umumnya dapat lebih beragam, tergantung bahan pembuatan. Jika ditambahkan dengan sayur-mayur kandungan serat akan cukup tinggi.

3. Resiko mengkonsumsi fast food terlalu berlebih
Oleh karena fast food tidak memenuhi persyaratan gizi seimbang kandungan kalori sangat tinggi, terutama dalam bentuk karbohidrat, lemak dan protein. Akibatnya, konsumsi yang sering akan mengakibatkan resiko obesitas semakin tinggi. Dalam jangka panjang obesitas dapat menyebabkan munculnya beragam penyakit, seperti diabetes serta jantung koroner. Selain itu kandungan garam yang tinggi dapat menyebabkan hipertensi (darah tinggi).

4. Amati juga selera anak Anda
Bila ia kurang suka makan buah potong berilah pilihan jus buah, yogurt dengan potongan buah atau puding buah. Hidangkan makanan dalam bentuk yang menarik serta dengan komposisi warna yang juga menarik.

5. Tidak perlu dijauhi, batasi saja
Menurut beberapa ahli, anak-anak saat ini memang tidak dapat dihindarkan dari fast food. Anda tidak perlu cemas atau paranoid sampai menyingkirkan fast food dari menu si balita. Sekurangnya, balita masih bisa makan fast food satu atau dua kali satu bulan.

6. Trik menyeimbangkan
Ada cara-cara menyeimbangkan konsumsi gizi balita yang suka makanan fast food. Jika Anda serta balita sudah makan siang nasi plus nugget ayam, di rumah Anda dapat menyediakan sayur bayam atau sup sayuran, tahu-tempe serta jus buah. Usaha menyeimbangkan harus betul-betul dikerjakan orang tua saat ini. Karena, lewat cara inilah Anda dapat menghambat terjadinya resiko akibat terlalu banyak makan fast food sehingga gizi balita menjadi tak seimbang.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + twenty =

%d bloggers like this: