Kebiasaan Bayi 6 Minggu dan Cara Mengatasinya

Loading...

Ketika berusia 6 minggu, bayi akan kerap mengalami beberapa hal yang sedikit merepotkan sang ibu, baik dari kebiasaan tidur bayi hingga kebiasaan makannya.  Selain merepotkan, jangan heran jika suatu waktu ibu akan dicemaskan oleh beberapa hal yang sering terjadi pada masa usia bayi 6 minggu.

Kebiasaan Bayi 6 Minggu dan Cara Mengatasinya

Berikut beberapa hal tersebut dan cara mengatasinya :

1. Sering gumoh
Tidak butuh cemas, otot perut di bagian atas bayi belum dapat mengolah susu secara sempurna. Pencernaannya masih sangat kecil sehingga cepat penuh bila diisi. Tetapi bila bayi rewel, kemungkinan dia membawa asam di dalam perutnya yang membuat perutnya sakit. Tanda-tandanya bayi menangis saat dibaringkan serta menolak untuk minum susu. Yang perlu Anda lakukan adalah segera bersihkan mulutnya dan sendawakan bayi. Selain itu, saat menyusui pastikan semua bibirnya menutup aerola.

2. Selalu lapar
Perut bayi memang masih kecil. Itulah penyebab ia sering menyusu, sedikit namun sering dan berulang-ulang. Tidak heran bila ia tampak lapar terus menerus. Growth spurt umumnya berlangsung di hari pertama, 3 minggu, 6 minggu serta 6 bulan. Masa ini biasanya akan kembali normal sesudah beberapa hari. Yang perlu Anda lakukan adalah menyusuinya sesering mungkin setiap saat bayi membutuhkan. Memberi ASI akan merangsang payudara membuahkan semakin banyak ASI. Pastikan bahwa Anda mengkonsumsi air minum serta istirahat cukup untuk mendukung produksi ASI.

3. Bangun lagi dan lagi
Bayi yang baru lahir memang hanya perlu beberapa jam dalam satu kali tidur namun sering. Sekali lagi, permasalahan tidur dapat berlangsung karena growth spurt, yang membuat bayi bangun terus karena lapar. Situasi ini umumnya berlangsung beberapa hari. Yang perlu Anda lakukan yaitu bersabar mengikuti irama tidurnya dan menyesuaikan dengan kebiasaan baru.

4. Menangis berlebihan
Menangis terus dengan irama tangis seperti kesakitan, kakinya di angkat ke atas perut, kepalanya bergerak-gerak seakan menggambarkan rasa sakit dan wajahnya kemerahan. Pemicunya yaitu kolik, umumnya berlangsung selama 3 bulan pertama. Bila bayi sering kolik, konsultasikanlah dengan dokter. Anda dapat menggedong serta mengelus-elus punggungnya supaya ia bersendawa. Dekap di dada dan Anda harus tetap bersikap tenang.

5. BAB tak menentu
Setiap bayi mempunyai frekuensi buang air besar yang tidak sama. Yang penting, cermati bentuk dari kotorannya. Feses bayi seharusnya lembut dan basah. Bayi yang menkonsumsi ASI kemungkinan akan berkurang jadwal BAB-nya di umur 6 minggu.

Yang terkadang membuat Anda para ibu cemas yaitu waktu bayi terserang konstipasi. Walau sebenarnya ini tanda bahwa sistem pencernaan bayi mulai meningkat serta ia mulai dapat menyerap susu. Bila ia mengalami konstipasi perutnya akan terasa keras serta sering buang angin. Anda dapat memijat perutnya dengan lembut atau baringkan dia dan angkat kedua kakinya kemudian ayunkan pelan-pelan.

6. Kepala gepeng
Anda tidak perlu khawatir, hal ini terjadi akibat dari lama serta seringnya ia berbaring dan hanya bertumpu pada satu sisi kepala. Waktu lahir kepala bayi masih lunak. Ini untuk memberi ruangan pada otak berkembang. Berat tubuh yang bertumpu di bagian kepala itu membuat kepala yang lembut berubah bentuk. Kepala gepeng umumnya akan sembuh dengan sendirinya setelah 4 –6 bulan. Karena di umur itu bayi mulai tidur dalam berbagai posisi serta mulai banyak bergerak.

Yang perlu Anda lakukan yaitu sering memindahkan posisi kepalanya saat tidur. Selain itu sering mengajaknya tummy time, dengan menidurkan bayi bertumpu pada perutnya. Selain mencegah kepala gepeng, tummy time akan membuat bayi belajar mengangkat kepala dan berguling-guling.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − eight =

%d bloggers like this: