Cara Balita Berjalan

Loading...

Umur 1-2 tahun merupakan umur seorang anak belajar berjalan. Ada yang dapat berjalan lancar tepat di umur 1 tahun. Ada juga yang masih tetap perlu latihan lebih lama lagi agar bisa jalan dengan mantap. Menurut Dr. David Stege, pakar podiatri dari American Board of Podiatric Surgery, AS, kekuatan setiap anak untuk berjalan berbeda-beda, sehingga tidak bisa dijadikan acuan perbandingan yang baku. Cara anak belajar jalan juga beraneka ragam. Ada anak yang suka berjalan mundur, jinjit, atau bahkan juga lewat cara menyeret kakinya. Sebagai orang tua, Anda perlu mengetahui berbagai cara jalan anak supaya Anda tahu apabila cara anak belajar perlu dikoreksi.

Cara Balita Berjalan

1. Jalan jinjit
Berjalan jinjit merupakan hal yang normal terjadi pada anak, terutama di usia awal anak belajar jalan. Anak balita perempuan umumnya suka berjalan jinjit ala balerina. Jalan jinjit akan ditunjukkan saat balita pertama kalinya mencapai tanah atau pasir sebagai reaksi karena telapak kakinya belum terbiasa dengan tekstur kasar tanah atau pasir.

Reaksi ini wajar. Lanjutkan melatih berjalan dengan memperkenalkan berbagai macam tekstur lantai. Apabila dia telah akrab dengan bermacam tekstur lantai tersebut, dia akan kembali berjalan normal. Yang tidak lumrah yaitu apabila dia masih terus menerus berjalan jinjit sampai usianya mendekati 3 tahun. Segera periksakan ke dokter karena hal semacam ini berhubungan dengan masalah sensoris atau kelainan pada pangkal otot di belakang tumit (tendon Achilles).

2. Jalan diseret
Bila anak mendadak berjalan dengan cara kakinya diseret, tidak mengangkat kakinya untuk melangkah, cobalah Anda periksa kemungkinan ada luka pada kakinya. Atau, mungkin saja ada suatu hal yang melekat di telapak kakinya. Luka akan lebih mudah terdeteksi bila anak meringis kesakitan atau menangis. Namun, bila tak ada luka serta dia selalu berjalan dengan cara menyeret kakinya, Anda harus membawanya ke dokter untuk memperoleh penanganan. Karena mungkin saja anak mengalami masalah sensorik pada sistem saraf di kakinya atau ada otot pada bagian pahanya yang kaku.

3. Jalan mundur
Anak suka berjalan mundur karena ia punya kebiasaan melihat ada beberapa orang di sekelilingnya yang jalan dengan cara itu. selanjutnya ia mau mencoba melakukannya karena ingin tahu sensasi yang dirasa apabila berjalan ke arah yang berlawanan dengan posisi badannya. Dengan cara ini, balita Anda menghibur diri sendiri serta menunjukkan pada Anda bahwa ia dapat melakukannya. Anda tidak perlu cemas karena hal semacam ini normal. Berjalan mundur justru memberi manfaat baginya, yakni melatih keseimbangan, menguatkan otot kaki dan melatih konsentrasi, serta menyerap oksigen lebih banyak dibandingkan berjalan ke arah depan. Saat ia mengerjakannya, pastikan dia senantiasa melihat ke belakang sebelum dia mulai berjalan mundur.

4. Suka terjatuh saat jalan
Saat anak Anda telah bisa berjalan selama berbulan-bulan, tak jarang dia masih sering jatuh karena ada suatu hal yang menghalanginya saat jalan. Selain benda yang menghalangi, jarak juga menjadi satu diantara aspek yang menjadi halangan untuk anak yang sedang belajar jalan. Di umur 1-2 tahun ini, anak balita cenderung memusatkan perhatiannya pada orang atau benda yang pengen mereka capai tanpa memperhatikan posisi kaki mereka berada saat berjalan. Anda bisa membantu anak melakukan eksplorasi tanpa terjatuh dengan menyuruhnya berpegangan tangan pada pinggir meja dan kursi.

Pastikan benda yang dijadikan pegangan cukup kuat dan tak mudah bergeser. Berilah mainan yang bisa dipegang atau dipeluk untuk mengalihkan perhatiannya saat ia tanpa ada sadar, melangkahkan kakinya tanpa dibantu.

5. Belum bisa berjalan
Anda tidak perlu cemas apabila balita belum dapat berjalan. Karena umur untuk meraih kekuatan jalan pada setiap anak beragam. Untuk membantu dirinya supaya dapat berjalan, Anda bisa melakukannya dengan tak langsung menggendongnya saat dia menangis.
Demikian sebaliknya, perlihatkan kepadanya langkah menekuk lutut untuk berdiri serta biarlah ia berusaha untuk jalan sendiri. Dalam hal ini, aspek lingkungan yang mendukung ikut memiliki pengaruh pada seorang anak untuk belajar berjalan. Bila pada umur lebih dari 18 bulan anak belum dapat juga berjalan, segera tanyakan hal ini kepada dokter.

6. Sering tersandung dan menabrak
Apabila Anda sering mendengar tangisan balita karena jatuh menabrak meja atau tersandung mainannya saat berjalan, jangan terlalu panik. Karena dia sedang dalam step melatih keseimbangan badannya dan belajar menghindar dari rintangan di sekelilingnya saat belajar, wajar apabila anak masih tetap terjatuh berulang-kali. Bantu dirinya dengan mengajarkan langkah melakukan gerakan melompat, jalan maju, mundur, serta berputar. Atau, letakkan bantal atau mainan di depan Anda lalu berikan contoh cara melangkah untuk melewati benda itu. Bila dia masih sering menabrak benda di sekelilingnya sampai umur 3 tahun, periksakan anak ke dokter karena kemungkinan dia mengalami masalah keseimbangan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − three =

%d bloggers like this: