Waspadai Hewan Peliharaan Anak!

Loading...

Banyak manfaat yang dapat dipetik dengan memberikan peluang pada balita untuk memiliki hewan peliharaan. Melalui itu, anak belajar berempati pada makhluk hidup lain, belajar bertanggung jawab pada pilihannya, serta sudah pasti menjadi rekan bermain yang mengasyikkan. Bahkan juga, dengan hewan kesayangannya, anak dapat beraktivitas fisik yang mengasah motorik kasar yang meningkatkan kesehatan seperti lari atau bermain kejar-kejaran dengan anjing, kucing, atau kelinci. Anda juga perlu senantiasa meyakinkan hewan peliharaan dalam keadaan sehat dengan teratur membawanya ke dokter. Supaya beberapa hal yang tidak dinginkan tidak terjadi. Banyak hal yang perlu Anda cermati dari hewan peliharaan.

Waspadai Hewan Peliharaan Anak

1. Kucing
Kucing ialah hewan yang mengasyikkan serta lucu untuk dipelihara karena enak dipeluk serta dibelai. Sikapnya yang terkadang lemah lembut juga menggemaskan. Tetapi kucing suka mencakar, termasuk mencakar perabotan di rumah.

Yang harus diwaspadai :
-Menggigit atau mencakar bila diganggu. Ada saatnya waktu bermain mereka menggigit atau bermain dengan kukunya, tetapi bukan untuk menyakiti hanya untuk bermain saja sehingga tak sampai melukai.
-Toxoplasma yakni penyakit yang dikarenakan oleh infeksi Toxoplasma gondii (T. gondii). Sumber penyakit ini umumnya ada di kotoran kucing. Penyakit ini gampang menyerang orang mempunyai masalah sistem kekebalan tubuh dengan tanda-tanda demam serta pembesaran kelenjar getah bening.
-Kudis atau scabis dapat menular pada manusia karena terjadinya kontak langsung. Penyakit ini menyebabkan rasa gatal. Terkadang juga nampak bintik-bintik merah pada kulit. Rasa gatal akan semakin terasa dibawah suhu yang hangat.
-Pembawa bakteri Campylobacter jejuni yang sama juga dengan anjing.

Langkah menghindari cakaran :
-Latih anak untuk tidak mengagetkan kucing yang sedang makan atau tidur.
-Biasakan anak tidak menarik ekornya.
-Supaya cakarannya tidak tajam, potong kuku kucing secara teratur. Anda dapat memotongnya sendiri atau oleh dokter hewan.

2. Kelinci
Kelinci yaitu binatang bertelinga panjang serta berbulu tebal yang menyenangkan. Maka dari itu banyak anak tertarik untuk menjadikannya teman. Kelinci juga termasuk hewan pengerat (lagomorpha) yang memerlukan makanan yang sekaligus dapat mengasah giginya.

Yang perlu diwaspadai :
– Penyakit kelinci yang menular pada manusia sama juga dengan yang dihadapi oleh kucing dan anjing, yaitu kudis dan kutu.
– Pembawa bakteria Francisella tularensis yang mengakibatkan demam kelinci. Penularan pada manusia lewat kontak dengan feses, mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan bakteria itu atau digigit kutu yang hinggap di binatang tersebut . Gejalanya antara lain demam, sakit kepala, diare, sakit otot, batuk-batuk, serta kelelahan.

3. Kura-kura
Kura-kura memiliki ukuran kecil yang mulai banyak dipelihara. Tempurung bermotif unik serta keras membuat perlindungan tubuhnya yang dijadikan sebagai daya tariknya. Sementara tingkahnya yang jinak membuat anak-anak ingin memegangnya.

Yang butuh diwaspadai :
– Dapat menggigit bila dipegang kepalanya.
– Pembawa bakteri salmonela. Hewan yang terinfeksi akan tidak menimbulkan tanda-tanda apa pun. Sedangkan pada manusia dapat membuatnya sakit diare, demam, dan kram.

4. Anjing
Anjing merupakan hewan peliharaan yang dianggap setia.

Yang perlu diwaspadai adalah :
– Gigitannya, terlebih bila anjing tidak dipelihara dari kecil. Jadi, saat sebelum pelihara anjing baiknya Anda mengetahui sifatnya. Sebaiknya juga pelihara anjing dari kecil hingga mempunyai peluang untuk mendidikanya supaya bersikap baik.
– Kutu yang mempunyai sistem pertahanan menggigit. Gigitannya akan terasa gatal di kulit.
– Pembawa virus rabies atau sering dimaksud penyakit anjing gila, yakni penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini ditularkan dari hewan ke manusia lewat gigitan anjing.
– Pembawa bakteri Campylobacter jejuni yang mengakibatkan sakit perut. Bakteri ini datang dari kotoran anjing yang menular pada manusia lewat feses yang terpegang serta masuk ke mulut. Maka, selalu pakai sarung tangan setiap saat Anda bersihkan kandang anjing.

Bila digigit
Bila gigitan anjing berbentuk enteng, segera bersihkan luka sisa gigitan air hangat dan gosok dengan sabun cair. Sedang bila lukanya dalam, korban mesti selekasnya dibawa ke dokter untuk meyakinkan luka dibikin bersih dengan benar. Dokter kemungkinan bakal memberi suntikan antirabies serta serum antitetanus. Dokter akan berikan antibiotk untuk menghindar infeksi karena gigi anjing memiliki kandungan banyak bakteri.

Langkah menghindari gigitan :
– Walaupun anjing telah menjadi anggota keluarga, jangan sampai meninggalkan anak sendirian dengan anjing, entah itu bermain atau tengah tidur.
– Latih anak supaya tidak mengganggu anjing yang tengah makan atau tidur karena itu akan membuatnya marah.
– Latih anak untuk tidak merebut tulang atau makanan yang ada di mulut anjing.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + eighteen =

%d bloggers like this: