Gangguan Sensorik Pada Anak

Loading...

Balita Anda sering menutup telinga sembari berteriak waktu mendengar nada yang sedikit kencang? Ia menolak konsumsi makanan tertentu serta sering terjatuh tanpa ada sebab? Bila ia lakukan hal itu dengan cara terus-terusan, kemungkinan ia menderita Sensory Processing Disorder (SPD) atau Masalah Sistem Sensoris.

Gangguan Sensorik Pada Anak

Pada bayi dan anak usia dini, masalah ini dikenal juga sebagai Gangguan Regulasi Pengolahan Sensori. Anak dengan masalah itu dapat menerima info, tetapi ditafsirkan dan diproses berbeda oleh otaknya. Akibatnya, ia merespon lewat cara ekstrim yang terkadang terlihat aneh serta susah diterima. Inilah beberapa gejala masalah sensorik yang umum menerpa sensorik anak.

Pengecap
1. Senang memilih-milih makanan (picky eater) serta menolak mencoba makanan baru.
2. Tidak suka atau menolak untuk sikat gigi.
3. Suka mengemut makanan karena kesulitan mengunyah, menghisap serta menelan.
4. Produksi air liur terlalu berlebih.
5. Suka mengemut makanan.

Penciuman
1. Menolak atau muntah saat mencium bau kamar mandi atau peralatan kebersihan.
2. Menolak untuk masuk ke suatu lingkungan karena tak suka pada baunya.
3. Menolak suatu makanan karena tak suka pada aromanya.
4. Selalu membaui barang-barang atau orang-orang di sekelilingnya.
5. Susah membedakan antara aroma yang satu dengan yang lain.

Penglihatan
1. Menangis atau tutup mata karena merasa sinar di sekelilingnya terlalu terang.
2. Mudah teralih oleh stimulasi visual.
3. Senang bermain dalam situasi gelap.
4. Susah membedakan warna, bentuk serta ukuran.

Pendengaran
1. Takut mendengar suara air saat menyiram toilet, suara alat penyedot debu, alat pengering rambut atau suara detak jarum jam.
2. Menangis atau menjerit berlebihan saat mendengar suara atau bunyi-bunyian yang tiba-tiba muncul.
3. Suka mendengar suara-suara yang terlalu keras.
4. Sering bicara sembari berteriak saat ada suara yang tidak disenangi.

Sensorik propioseptif (gerak antarsendi)
1. Sering menabrak atau menendang sesuatu saat jalan.
2. Sering menggigit kuku atau menghisap jari.
3. Sering melakukan gerakan memukul berkali-kali.
4. Sering menggosok-gosokkan tangan pada meja.
5. Menyenderkan kepala pada lengan saat sedang menggambar dan menonton TV.

Vestibular (keseimbangan)
1. Punya sikap terlalu siaga atau cenderung ketakutan.
2. Tak suka bermain ayunan.
3. Takut menaiki tangga atau eskalator.
4. Sering berputar dan meloncat-loncat.
5. Mudah terjatuh secara mendadak.

Perabaan
1. Tak suka disentuh atau dipeluk.
2. Sering marah saat ada dalam kerumunan.
3. Tidak merasakan rasa sakit ketikas terluka.
4. Tidak suka dipotong kukunya.
5. Tak suka disisir rambutnya.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − two =

%d bloggers like this: