Rangsangan Tepat Untuk Anak Pasif

Loading...

Balita 1 tahun terkenal dengan kelincahannya. Tabrak sana sini, mencomot makanan, berguling sambil bereksplorasi pada apa pun yang ada di depannya. Tetapi bagaimanakah bila ia malah tampak pasif atau dimaksud juga slow to warm up child. Anak dengan tipe ini perlu lebih banyak diberikan rangsangan dan latihan langsung dari orang tua. Jangan sampai terlambat, tunjang kekuatan motoriknya dan perkuat otot, tulang serta kekuatan berinteraksinya sedini mungkin. Dibawah ini beberapa cara yang dapat dilakukan.

Rangsangan Tepat Untuk Anak Pasif

1. Bermain di pangkuan
Saat memangku bayi, banyak yang bisa Anda lakukan. Anda bisa memberikannya mainan yang menarik sehingga bayi akan berupaya untuk meraihnya. Gunakan mainan yang berbunyi supaya bayi tertarik. Atau, ajak dirinya melihat buku dengan gambar yang menarik serta kenalkan nama dari gambar-gambar yang ada. Di lain waktu, minta anak untuk menunjuk gambar yang Anda sebutkan. Ajak kakak, ayah atau anggota keluarga lain untuk duduk dihadapannya serta mengajaknya berinteraksi seperti cilukba, tepuk tangan atau lainnya.

2. Belajar suara binatang
Di saat ini, kekuatan berbahasa bayi tengah berkembang dan ia tengah belajar mencontoh sesuatu. Libatkan dirinya dalam aktivitas seperti mengikuti nada atau bicara berbalasan. Katakan pada anak untuk coba mengikuti nada yang dikeluarkan orang tuanya. Atau bernyanyilah untuk dia dengan muka yang ekspresif.

3. Berjalan ke pelukan Bunda
Pancing dirinya supaya ia mau berjalan sendiri. Meskipun cuma beberapa langkah, ajak dirinya untuk mencoba. Langkah paling simpel yaitu meminta balita berjalan ke pelukan, pancing dengan mainan favoritnya. Janganlah lupa untuk berikan pujian apabila ia bisa berjalan beberapa langkah. Apabila si kecil belum siap jalan, tunggulah beberapa hari serta coba lagi.

4. Bermain bola
Memiliki bentuk yang bundar akan menarik perhatian anak. Gelindingkan bola ke arahnya serta usahakan supaya ia mendorong bola atau memukulnya kembali pada arah Anda. Bola ukuran besar bakal lebih gampang untuk dimainkan pada umur ini. Bila ia telah mulai mahir bermain, variasikan ukuran bola yang Anda pakai. Tetapi, jangan pakai bola yang terlalu kecil karena gampang tertelan oleh balita. Hindari juga memakai balon yang bisa membuatnya kaget.

5. Sambil ganti popok
Dalam satu hari, Anda dapat mengganti popoknya sebanyak tiga sampai lima kali. Dengan demikian, Anda bisa memanfaatkan momen ini sembari terus mengajaknya bicara dan bernyanyi. Dengan memberi stimulasi tersebut dengan teratur, tanggapan yang baik akan datang dari anak.

6. Menikmati ayunan
Bermain ayunan, perosotan atau trampolin merupakan aktivitas yang sangatlah baik serta mengasyikkan untuk sang buah hati. Permainan ini nyatanya sangat berguna bila diperkenalkan pada slow to warm up child untuk membangkitkan atau meningkatkan arousal atau gairah mereka. Arousal sendiri merupakan situasi fisiologis serta psikologis yang reaktif pada rangsangan. Saat bemain, biarlah anak bebas berteriak dan tertawa. Pastikan Anda mengawasinya atau pangku si kecil sambil duduk di ayunan supaya ia tidak trauma.

7. Susun balok dan menggambar
Cobalah membuat balok atau menggambar bersamanya. Berikanlah contoh terlebih dulu, umpamanya buat rumah atau mobil yang ia sukai. Lalu, sodorkan balok serta minta ia mengikuti. Pastikan balok dengan penampilan yang menarik serta berwarna-warni untuk merangsang anak. Begitupun waktu menggambar, pakai crayon yang gampang digenggam dan aman dipakai. Buat cerita dari tiap-tiap hasil gambar.

Tetapi, janganlah terlalu berlebihan. Kemampuan tumbuh kembang tiap-tiap balita berlainan, ini semua tergantung pada kesiapan anak. Oleh karenanya, jauhi overstimulasi pada anak karena hal itu justru bisa mengakibatkan emosi balita jadi negatif, balita stres, bahkan juga semakin pasif.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × four =

%d bloggers like this: