Cara Mengarahkan Anak Laki-Laki Agar Tetap Maskulin Saat Bermain

Hobi memasak untuk anak laki-laki di masa kini nampaknya tidak lagi membuatnya mempunyai image feminin. Karena sebenarnya anak laki-laki serta perempuan dapat bermain dengan alat bermain apapun, asal senantiasa diarahkan untuk mengambil peran gendernya.

Cara Mengarahkan Anak Laki-Laki Agar Tetap Maskulin Saat Bermain

Berikut ini beberapa caranya.

1. Rumah-rumahan
Anak laki-laki dan perempuan akan suka bermain rumah-rumahan lantaran banyak kegiatan yang dapat dikerjakan. Dalam permainan itu anak laki-laki serta wanita dapat membersihkan rumah atau merawat pohon. Hal yang perlu tetap diutamakan pada anak laki-laki dalam permainan itu yaitu menunjuknya juga sebagai pria yang pintar melakukan perbaikan rumah. Berikanlah peran padanya untuk melakukan perbaikan atap yang bocor atau mengecat. Walau hal itu juga dikerjakan oleh anak wanita, namun pria lah yang biasanya lakukan hal itu.

2. Masak-masakan
Memasak sesungguhnya bukanlah pekerjaan yang feminin, karena banyak pria sebagai juru masak atau chef. Jadi, ini bukan wilayah abu-abu yang butuh di kuatirkan oleh para orangtua. Supaya anak terus sadar tentang peran gendernya, ajak ia melihat film yang berjudul “Chef”, yang menceritakan seorang ayah sebagai chef di suatu truk makanan miliknya dan saat libur sekolah mengajak anak lelakinya untuk menopang. Melalui film ini, anak dapat melihat, bahwa sikap seorang juru masak pria berbeda dengan wanita. Seorang chef pria tetap maskulin sebagai seorang ayah.

3. Bermain belanja
Kegiatan berbelanja selayaknya juga tidak hanya dikerjakan oleh wanita, namun juga laki-laki. Buktinya kita sering melihat pria belanja sayuran di pasar tradisional atau di mal. Untuk menegaskan peran gendernya Anda dapat memberikannya peran ayah serta memintanya belanja keperluan rumah. Dapat pula Anda mengangkatnya menjadi pak bos yang memiliki warung yang sedang sigap melayani pelanggan.

4. Bermain dengan boneka
Bermain dengan boneka sering tak terhindarkan apabila ia sedang bermain dengan rekannya yang perempuan. Dengan bermain boneka, anak sesungguhnya akan mempunyai pengalaman untuk belajar mengasuh serta menjaga anak, yang tentunya juga harus dimiliki oleh laki-laki atau wanita. Hanya memang untuk menyatakan peran gendernya beri ia peran juga sebagai Ayah. Contohnya dengan menyampaikan, “Kamu ayahnya. Ayah, coba gendong putranya dan ajaklah bermain diluar”.

5. Salon-salonan
Layaknya chef, banyak juga pria yang ahli di bidang tata rambut. Jadi, bila anak lelaki Anda tertarik bermain salon-salonan cobalah pertegas perannya dengan menyampaikan seperti ini contohnya, “Rambut saya ingin dipotong oleh Mas yang ganteng itu, bukan sama Mbak yang cantik itu”. Setelah itu, Anda dapat juga mengajak anak ke barber shop yang sebagian besar pemotong rambutnya adalah pria. Di tempat itu anak dapat melihat bagaimanakah seorang pemotong rambut laki-laki bersikap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 15 =