Alasan Bayi Kerap Menggoyangkan Kepala

Loading...

Meskipun tak ada alunan musik yang terdengar, balita selalu saja menggoyangkan kepala bak bintang rock yang tengah beraksi dihadapan beberapa penggilanya. 20% balita menggoyang-goyangkan kepalanya dengan sengaja. Balita laki-laki melakukannya tiga kali lebih banyak daripada balita perempuan. Tingkah laku ini sering dimulai waktu umur anak mencapai 1 tahun, serta mencapai puncak di umur 18 sampai 24 bulan. Berikut beberapa alasan kenapa balita suka menggoyangkan kepalanya.

Alasan Bayi Kerap Menggoyangkan Kepala

1. Menarik Perhatian
Mungkin saja waktu ia melakukan hal semacam itu untuk pertama kalinya, ia senang melihat reaksi yang Anda perlihatkan, yaitu berbentuk kecemasan serta kekhawatiran. Untuk menghentikannya Anda akan menghampiri serta memberikannya perhatian yang besar. Oleh karena itu, ia akan melakukannya terus-menerus untuk menarik perhatian Anda.

Anda dapat memastikan bahwa si kecil memperoleh perhatian yang cukup dari Anda. Apabila ia masih tetap melakukannya, meskipun Anda telah mengalihkan perhatian atau bahkan melarangnya, saatnya Anda untuk tidak lagi menyikapi aksinya tersebut . Perlahan, usaha si kecil untuk menarik perhatian dengan cara menggoyangkan kepalanya akan berkurang intensitasnya.

2. Menenangkan dan Menyamankan Diri
Balita umumnya akan menggerakkan kepala secara ritmis saat menjelang tidur, terbangun di tengah malam atau bahkan saat ia tengah tidur. Gerakan ritmis yang menyerupai gerakan kursi goyang ini ampuh untuk membuat anak terasa tenang dan nyaman, meskipun tidak sedang berhubungan dengan orang tuanya. Solusinya yaitu dengan memberikan anak alternatif sumber rasa nyaman yang lain. Contohnya, melalui cara mengusap-usap punggung anak menjelang tidur atau menyanyikan lagu penghantar tidur.

3. Meredakan Rasa Sakit
Salah satu penyebab lainnya yaitu adanya infeksi telinga. Infeksi ini menyerang telinga sisi tengah atau daerah seputar gendang telinga (otitis media). Infeksi telinga umumnya muncul didahului oleh infeksi saluran napas atas seperti radang tenggorokan atau flu. Rongga telinga tengah meradang serta mengalami penumpukan cairan dibalik gendang telinganya. Atau dapat pula karena anak mengalami sakit pada anggota badan yang lainnya. Saat ia menggoyangkan kepala secara berulang, maka kegiatan itu bisa mengalihkan perhatiannya dari rasa sakit yang menimpa.

Jika hal ini terjadidibarengi dengan demam diatas 38°C, si kecil menarik-narik telinga, menolak makan, susah tidur, segera periksa ke dokter. Pada banyak kasus, otitis media bisa sembuh dalam waktu tiga atau empat hari.

4. Gangguan Perkembangan
Tingkah laku anak yang suka menggoyangkan kepala sering dikaitkan dengan tanda-tanda autisme serta masalah perubahan yang lain. Tetapi secara ilmiah hal ini tidak dapat dibuktikan. Kepala yang sering bergoyang hanya sebagai satu diantara tanda-tanda yang perlu terpenuhi untuk mendiagnosa seorang anak menanggung derita autisme atau masalah perubahan.

5. Merasa Frustasi
Pada usia ini, biasanya anak belum mengetahui jenis-jenis emosi dan langkah mengekspresikan emosinya, khususnya mengungkapkanlewat kalimat. Oleh karenanya, ia memilih menggoyang-goyangkan kepala sebagai salah satu langkah mengekspresikan emosinya.

Jalan keluar nya yaitu dengan membantu balita mengetahui berbagai perasan atau emosi yang dirasakannya dan beritahu sebutan semua emosi itu. Anda dapat memakai alat bantu berbentuk stiker atau gambar simpel yang mewakili emosi tertentu, seperti gambar Mr. Smiley tengah tertawa, sedih, geram atau menangis.

Jika hal ini terjadi tanyakan ke dokter spesialis anak serta psikolog atas perubahan anak. Melalui serangkaian tes Anda akan memperoleh hasil yang akurat tentang perubahan fisik serta mental si kecil.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + 8 =

%d bloggers like this: