Kenali Urin Sang Anak!

Loading...

Saat ada yang tidak beres pada tubuh sih kecil, hal pertama yang spontan Anda kerjakan biasanya mengecek suhu badan. Sering kali Anda melupakan urin anak, karena memang urin bukan salah satu tanda-tanda vital (TTV) tubuh, tidak seperti tekanan darah, suhu, respirasi atau pernafasan serta denyut jantung. Terlebih, status urin hanya limbah pada tubuh. Padahal sejatinya, air seni bisa dijadikan alat deteksi tubuh ibarat ‘perekam jejak’ yang dapat mengungkap makanan serta minuman yang dikonsumsi, dapat mengungkap status hidrasi (kecukupan konsumsi air), hingga mendeteksi adanya infeksi, penyakit atau perdarahan pada badan.

Kenali Urin Sang Anak!

Mari amati urin si kecil sebelum Anda mem-flush toilet.

1. Transparan, jernih seperti air
Pertanda anak over-hidrasi atau terlalu banyak minum air. Resiko dari keadaan ini yaitu konsumsi cairan akan melarutkan beberapa zat garam yang justru diperlukan badan. Apabila sesekali terjadi, jarang mengakibatkan permasalahan kesehatan serius. Tetapi apabila terjadi terus-menerus, anak dapat mengalami kekurangan mineral. Untuk mengatasi hal ini Anda dapat mengurangi konsumsi cairan pada anak, hindari memaksakan si kecil minum cairan lebih dari yang diperlukan tubuhnya.

2. Merah muda atau kemerahan seperti air cucian daging
Pertanda kemungkinan anak mengalami perdarahan hingga darah keluar bercampur bersama urin. Perdarahan dapat berlangsung pada saluran kencing anak, contohnya akibat iritasi, atau dapat pula pada organ badan seperti kandung kemih serta ginjal. Dalam ilmu urologi, kencing berdarah adalah tanda-tanda yang harus diwaspadai. Segera periksakan anak ke dokter untuk mengetahui sumber perdarahan, apakah terjadi luka atau iritasi pada saluran serta organ kemih, atau ada tanda-tanda penyakit ginjal, batu ginjal serta lain sebagainya, yang mengganggu sistem metabolisme tubuh.

3. Coklat tua gelap
Pertanda bahwa anak mengalami dehidrasi, terutama bila volume urinnya tampak menyusut. Apabila volume urinnya normal, maka warna ini pun dapat mengindikasi ada permasalahan pada organ hati. Untuk mengatasi hal ini Anda dapat memberikan air minumnya lebih banyak, dapat air putih, jus buah, bahkan kuah sayur. Usahakan bukan memberi teh atau sirup. Lihat lagi urinnya, apabila dalam kurun waktu 24 jam setelah cukup minum, warnanya tak berubah dan tetap coklat tua gelap, segera periksakan anak ke dokter.

4. Kuning pucat hingga kuning pekat kecoklatan seperti madu
Pertanda anak kurang cairan. Gradasi warna kuning memberikan indikasi seberapa baik badan terhidrasi. Makin gelap warnanya membuktikan bahwa badan si kecil perlu konsumsi cairan lebih banyak. Untuk mengatasi hal ini Anda dapat memberikan air minumnya lebih banyak, dapat air putih, jus buah, bahkan kuah sayur. Usahakan bukan memberi teh atau sirup.

5. Biru, hijau, oranye, ungu
Pertanda bahwa anak barusan mengkonsumsi makanan atau minuman yang memiliki kandungan zat pewarna, baik zat pewarna alami ataupun sintetik. Atau anak tengah mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang mengakibatkan pergantian warna urin. Atau bahkan anak mengalami tanda-tanda penyakit Porphyria yang jarang dijumpai salah satu penyakit darah yang dapat mengakibatkan warna urin biru, hijau atau ungu. Tetapi pergantian warna urin ini bukan satu-satunya gejala awal si penderita.

Untuk pemberi tanda penyakit Porphyria, cobalah cek apakah ada tanda-tanda penyerta seperti pergantian warna badan menjadi lebih gelap, kebiruan atau keunguan, sensitif pada cahaya matahari serta perkembangan rambut yg tidak normal.

Semoga bermanfaat.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − ten =

%d bloggers like this: