Fakta Di Balik Makanan Cepat Saji

Loading...

Fast food atau makanan cepat saji kerapkali dianggap sebagai dewa penyelamat oleh beberapa orangtua. Pasalnya, makanan ini dapat menyelamatkan isi perut keluarga saat tak ada makanan dirumah. Makanan cepat saji juga dijadikan tujuan pengisi perut saat sedang berada diluar rumah. Umpamanya, saat Anda sekeluarga jalan-jalan ke mal, pilihan pertama umumnya ke restoran cepat saji. Selain cepat, anak-anak juga lebih mudah serta suka menikmati sajian makanan tersebut . Di bawah ini sebagian makanan fast food yang disukai anak-anak.

Fakta Di Balik Makanan Cepat Saji

1. Fried Chicken
Makan fried chicken atau ayam goreng tepung hangat dan kriuk, ditambah dengan nasi atau kentang goreng serta minuman bersoda sangatlah menggungah selera. Kandungan layaknya ayam goreng, fried chicken memiliki kandungan protein, lemak jenuh, serta sodium. Fried chicken yang dijajakan biasanya terbagi dalam potongan ayam bagian dada, paha, serta sayap. Dan, ayam yang dipakai umumnya merupakan ayam potong, sehingga mempunyai lebih banyak lemak dibanding ayam kampung.

Lebih sehat batasi anak ketika ia minta jatah tambahan untuk kulit ayam, yang tinggi kandungan lemak jenuhnya. Selain itu, pilih ayam goreng bagian dada dengan alasan memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit apabila dibanding paha atau sayap. Ingat, tak selamanya konsumsi ayam harus dengan cara digoreng. Anda dapat mengolahnya lewat cara lain, seperti dipanggang atau dibuat berkuah seperti sop, soto, semur dan lain-lain.

2. Pizza
Makanan khas negeri Italia ini biasanya diisi daging sapi, sosis, keju mozarela, bawang bombay, serta paprika. Tetapi tidak sedikit juga yang memodifikasi dengan isian lain. Tidak hanya topping, ukurannya juga beraneka ragam, dari mulai pan ukuran besar, sedang, dan kecil. Pizza biasanya memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak jenuh, vitamin B, serta vitamin D.

Lebih dianjurkan pilih jenis pizza yang dilengkapi topping sayuran supaya bisa memenuhi keperluan vitamin serta mineral si kecil. Atau agar lebih terjamin, buat sendiri pizza dengan bahan dasar tepung beras atau kentang yang mempunyai kandungan gluten lebih sedikit. Anda juga dapat bereksperimen menentukan isiannya, sesuai dengan selera si kecil. Pasti akan mempermudah Anda dalam mengontrol konsumsi gizinya.

3. Bakmi Ayam
Mi memang dipilih menjadi makanan populer di Asia, terutama Asia Timur serta Asia Tenggara, jadi tidak heran bila bakmi dipilih menjadi makanan cepat saji terfavorit si kecil. Kandungan bakmi ayam umumnya berisi mi basah, daging ayam berbumbu, bakso, serta sayur sawi. Kadang-kadang dilengkapi juga dengan jamur serta pangsit goreng. Mi menjadi sumber karbohidrat, ayam dan daging (baso) menjadi sumber protein hewani dan lemak, sedangkan sayur adalah sumber vitamin, mineral, serat, dan tambahan lemak nabati yang memberi rasa lezat pada makanan. Jamur memiliki kandungan karbohidrat, serat serta protein nabati. Dan, pangsit goreng sumber karbohidrat, sedikit protein, serta memiliki kandungan banyak lemak, mengingat langkah pembuatnya adalah digoreng. Tentu kandungan lemak yang terlalu berlebih tidak baik untuk kesehatan.

Lebih baik apabila memilih varian bakmi yang dilengkapi sayur atau ditambahkan menu sayuran. Membuat bakmi dirumah juga tidak kalah menariknya, dan pasti akan lebih sehat, terlebih bila Anda memakai mi yang terbuat dari gandum. Sesekali tidak ada salahnya bila Anda mengganti mi dengan pasta, karena pasta dinilai cenderung memiliki kandungan gluten yang rendah.

4. Burger
Roti isi daging, keju, daun selada, tomat, bawang bombay, mayones, serta mustard ini pernah dianggap makanan yang bisa meningkatkan resiko asma bila dikonsumsi tiga kali atau lebih dalam satu minggu, menurut riset di Jerman. Kandungan karbohidrat cukup mendominasi dalam satu porsi burger berbahan roti. Lebih sehat apabila sesekali Anda mengajak si kecil menikmati burger isi ikan. Kandungan lemak dalam ikan tidak ‘seberat’ dengan daging olahan. Serta pastikan selada dan tomat ikut dikonsumsi oleh si kecil.

5. Bento
Istilah bento muncul dari bahasa Jepang untuk menamai makanan bekal yang biasanya terbagi dalam nasi, lauk pauk, serta sayur. Dikemas dalam satu wadah yang cukup praktis untuk dibawa. Ciri khasnya, makanan ditata dengan menarik hingga mengundang selera makan. Umumnya bento disajikan untuk porsi makan satu orang, meskipun di negara aslinya, bento sering dianggap bekal untuk beberapa orang. Dalam satu porsi bento memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, serta mineral. Tetapi, ada kandungan garam serta bahan pengawet yang tinggi pada daging olahan yang digoreng. Hal semacam ini bisa mengancam kesehatan si kecil.

Akan lebih sehat jika memilih paket bento yang lauk-pauknya tidak terlalu banyak di goreng, itupun hanya satu jenis saja atau tidak setiap hari dikonsumsi. Membuat bento sendiri juga lebih sehat. Apalagi jika Anda tambahkan dengan bentuk serta hiasan menarik, seperti tokoh kartun supaya si kecil semakin semangat untuk menikmatinya.

Semoga bermanfaat.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − 1 =

%d bloggers like this: