Prestasi Anak Berkat Keterlibatan Ayah Dalam Mengasuh

Loading...

Beberapa penelitian serta studi menunjukkan, keterlibatan Anda para ayah dalam mengasuh anak sangat penting serta bisa memberikan peran positif untuk anak dalam kehidupannya nanti. Di bawah ini banyak hal yang akan dirasakan anak saat Anda turut andil dalam mengasuhnya.

Prestasi Anak Berkat Keterlibatan Ayah Dalam Mengasuh

1. Lebih pintar
Pengamatan yang pernah dilakukan oleh University of Guelph, Ontario, Kanada, pada tahun 2007 yang berjudul The Effects of Father Involvement : An Updated Research Summary of the Evidence, bahwa anak yang turut diasuh oleh ayahnya mulai sejak awal, mempunyai kekuatan kognitif yang lebih baik saat memasuki umur enam bulan sampai 1 tahun. Selain itu, mereka juga mempunyai IQ lebih tinggi saat mencapai umur tiga tahun serta berkembang menjadi individu yang dapat memecahkan masalah dengan lebih baik.

2. Berani mengambil resiko
Saat mengasuh anak, Anda para ibu cenderung cemas dengan keselamatan anak. Sebaliknya Anda para ayah mendorong anak untuk berani mengambil resiko. Psikolog Daniel Paquette dari University of Montreal, Kanada, dalam studinya berjudul Theorizing the Father-Child Relationship : Mechanisms and Developmental Outcomes, menemukan kenyataan bahwa saat bermain dengan anak, ayah akan berupaya mendorong anak untuk dapat menangani kendala dan berbicara dengan orang asing. Saat berenang umpamanya, Anda akan menyemangati anak untuk dapat menyelam lebih dalam.

3. Lebih percaya diri
Kala bermain dengan anak, Anda akan lebih suka mengajak anak beraktivitas fisik seperti lari, melompat, melempar, atau memanjat. Menurut Melanie Horn-Mallers Ph. D, profesor di California State University, Fullerton, AS serta ahli mengenai studi keluarga, kesibukan ini dapat membuat anak lebih percaya diri. Karena Anda akan mendorong ayunan lebih kencang atau menyemangati anak untuk berani meluncur dari tempat yang lebih tinggi. Disaat berhasil melakukannya, si kecil tentu akan semakin percaya diri. Seakan Anda ingin menyampaikan kepada anak “Nak, dunia ini merupakan suatu tempat yang aman. Jadi marilah menjelajahinya serta percayalah dengan kemampuanmu. ”

4. Lebih disiplin
Ayah adalah sosok yang tegas. Karenanya, saat mengasuh anak, Anda juga berupaya membuat anak disiplin lewat cara yang lebih tegas. Dalam bukunya yang berjudul Partnership Parenting, Dr. Kyle D. Pruett M. D., psikiater anak dan profesor di Yale University, AS, dan Marsha Kline Pruett, menulis, ayah akan lebih tegas daripada ibu dalam menghadapi anak dan dalam menegakkan disiplin. Ibu, di sisi lain, lebih memercayakan ikatan emosional untuk merubah tingkah laku anak. Pendekatan yang beragam dari ayah dan ibu ini terbukti benar-benar efisien dalam mendisiplinkan anak.

5. Berani mencoba hal baru
Saat bermain dengan anak, ayah tak sekedar menghibur si kecil saja. Berbeda dengan ibu yang cenderung senantiasa memberi rasa aman serta membuat perlindungan saat mengasuh anak, menurut Norma L. Radin, ahli perubahan anak dan profesor di University of Michigan, AS, ayah mengajak anak untuk berani berhubungan dengan dunia di sekelilingnya serta dengan orang lain. Anda juga mendorong anak agar bisa mengeksplorasi kekuatannya sendiri serta berani mencoba beberapa hal baru, tentunya harus tetap dalam pengawasan Anda.

6. Pandai bergaul
Dari penelitian pada 192 bayi yang dimuat dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry, Dr. Paul Ramchandani, psikiater anak dari University of Oxford, Inggris, menemukan, bayi yang mempunyai bonding yang baik dengan ayahnya sepanjang 3 bulan pertama kehidupannya, terbukti setelah bersekolah akan jadi anak yang pandai bergaul, populer diantara teman-temannya, serta jarang bermasalah dengan teman-temannya. Begitu pula setelah dewasa dan bekerja, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang selalu bahagia.

7. Lebih Spontan
Saat akan pergi berkemah, contohnya, seorang ibu akan mempersiapkan bekal makanan. Sementara ayah lebih senang bereksperimen dengan cara spontan untuk memasak memakai api unggun. Bagi Anda, yang paling penting adalah anak memperoleh pengalaman baru serta belajar menghadapi resiko. Sebab itu, menurut Howard Steele, Direktur Attachment Research Center Unit dari University College London, Inggris, cara tersebut membuat anak lebih berani untuk mengungkapkan pendapat serta lebih spontan dalam melakukan tindakan.

8. Lebih toleran dan pengertian
Menurut Dr. Howard Dubowitz, MD, pakar pediatri di University of Maryland Medical Center, Baltimore, AS, dalam artikelnya Father Involvement and Children’s Functioning at Age 6 years : A Multisite Study, anak perempuan yang mempunyai jalinan dekat dengan ayahnya mempunyai kenyamanan diri lebih tinggi serta lebih sedikit merasa depresi. Dan anak laki-laki yang diasuh dengan keterlibatan ayah akan lebih mengetahui dunia pria. Ia akan lebih sedikit merasa agresif, impulsif, serta tak egois. Ketika dewasa nantinya, mereka akan menjadi orang yang lebih toleransi dan pengertian kepada sesama.

9. Lebih aktif
Aktivitas yang umum dikerjakan ayah dengan anak misalnya membersihkan mobil, belajar bersepeda, atau bermain bola. Aktivitas itu membuat anak terlepas dari kegemukan. Menurut data Penelitian Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, 18, 8% anak berumur 5-12 tahun mengalami permasalahan kegemukan, dengan rincian kategori gemuk 10% dan sangat gemuk 8, 8%.

10. Lebih kreatif
Saat bersama anak, ayah akan mengisinya dengan kesibukan yang ‘liar’, membuat mobil-mobilan dari kardus sisa, memakai sarung bermain Ninja atau membaca dongeng dengan bermacam ekspresi wajah. Pokoknya, kreativitas ayah beda dengan ibu. Menurut Mark Runco, Ph. D, Direktur Torrance Center for Creativity & Talent Development di University of Georgia, AS, semua anak mempunyai potensi untuk menjadi kreatif dan tugas orang tua lah untuk mewujudkannya. Anda turut serta dalam mengembangkannya.

Semoga bermanfaat.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × four =

%d bloggers like this: