Ketuban Pecah Dini, Harus Bagaimana?

Loading...

Air ketuban atau cairan aminion yang terbentuk saat kehamilan di selaput ketuban bisa di umpamakan seperti air yang ada pada balon. Terdapatnya cairan tersebut membuat bayi bebas bergerak/berenang dalam kantong kehamilan. Bila selaput ketuban mengalami robekan, baik yang terjadi lantaran trauma, maupun yang berjalan secara spontan air ketuban itu bisa merembes keluar. Kebocoran yang berlangsung pada kantung kehamilan sehingga membuat rembesan air ketuban bisa mengakibatkan perubahan serta perkembangan bayi didalam rahim terganggu, hal tersebut dikarenakan oleh mudahnya bakteri masuk hingga mengakibatkan infeksi.

Ketuban Pecah Dini

Lalu apa yang harus Anda lakukan ketika ketuban pecah dini? Mari kita simak dulu penjelasannya.

Ketuban pecah dini itu …
Definisi : Ketubahan pecah dini merupakan kondisi pecahnya ketuban sebelum persalinan. Ketuban pecah dini terjadi kurang lebih 10% dari semua kehamilan dan terjadi pada umur kandungan 37 minggu terjadi pada kira-kira 2 % dari semua kehamilan. Keadaan seperti ini dapat memberi masalah kesehatan untuk anda serta janin, hingga membutuhkan penanganan medis.

Penyebab : Penyebabnya ada banyak, namun sebagian besar terkait dengan infeksi (hingga 65%). Contohnya, infeksi kuman, terutama infeksi bakteri, yang bisa mengakibatkan selaput ketuban menjadi tidak tebal, lemah serta gampang pecah. Diluar itu, sebagian aspek resiko KPD yaitu kehamilan kembar, ada histori persalinan kurang bulan sebelumnya, interaksi seksual yang kebersihannya tak dijaga, perdarahan melalui jalan lahir, pH (tingkat keasaman) vagina diatas 4, 5, selaput ketuban tidak tebal kurang dari 39 mm, kandungan CRH (corticotropin releasing hormone) maternal tinggi, misalnya pada ibu hamil yang stres, higiene yang kurang baik, semisal keputihan serta infeksi vagina, jumlah cairan ketuban amat banyak (hidroamnion), serta kelainan mulut rahim seperti inkompeten serviks.

Ciri-Ciri : Cairan ketuban keluar secara mendadak dari liang vagina dalam jumlah banyak, tidak bisa ditahan atau dihentikan. Cairan ketuban berwarna putih agak keruh, serupa air kelapa muda lantaran bercampur dengan lanugo atau rambut halus pada janin serta memiliki kandungan verniks caseosa, yakni lemak pada kulit bayi.

Gejala : Pada umumnya, ketuban yang pecah tidak menimbulkan rasa sakit, pegal-pegal, mulas, dan sebagainya. Yang dirasakan hanyalah rembesan yang tidak seharusnya terjadi.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan?
Tak lain dan tak bukan adalah dengan segera mencari pertolongan dan bantuan medis. Namun demikian, yang terpenting adalah tetap tenang dan jangan panik. Semakin cepat Anda mendapatkan penanganan, maka semakin kecil pula risiko terjadinya komplikasi, seperti infeksi kuman dari luar, persalinan prematur atau yang lainnya.

Semoga bermanfaat!

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 2 =

%d bloggers like this: