Alasan Mengapa Ibu Sebaiknya Tidak Memberikan ASI

Loading...

Meski ASI (Air Susu Ibu) merupakan asupan yang terbaik untuk bayi yang baru lahir hingga usia 6 bulan (dapat diteruskan hingga mencapai umur 2 tahun), faktanya ada beberapa alasan yang melarang pemberian ASI kepada bayi meski ibu dapat memproduksi ASI dan tak mengalami masalah dengan jumlahnya. Alasan medis yang melarang pemberian ASI bisa berasal dari faktor ibu maupun bayi.

larangan memberi asi

Ibu yang tidak boleh memberikan ASI kepada bayinya :
1. Ibu yang mengidap penyakit jantung tidak disarankan memberikan ASI karena berisiko tinggi dapat membahayakan jiwa ibu.
2. Ibu yang mengidap HIV/AIDS dilarang untuk memberikan ASInya kepada buah hati. Resiko penularan akan naik 14% melalui ASI yang diberikan oleh ibu penderita HIV.
3. Ibu yang mengidap Hepatitis B dilarang untuk memberikan ASInya kepada bayi. Virus hepatitis B dapat ditularkan melalui ASI dengan sangat cepat.
4. Ibu yang terinfeksi virus lain. Larangan pemberian ASI berlangsung sementara hingga infeksi reda. Mengenai jenis infeksi yang terjadi, konsultasikan dengan dokter sehubungan dengan pemberian ASI.
5. Ibu dengan diabetes dapat memberikan ASI tetapi perlu memonitor kadar gula dalam darah secara intensif. Hindari pemberian ASI dalam waktu yang dekat dengan konsumsi obat-obatan rutin diabetes.
6. Ibu dengan masalah pada payudara seperti infeksi dan karsinoma harus mengobati masalah payudara dahulu sebelum dapat memberikan ASI kepada bayi.
7. Ibu yang memproduksi ASI yang bercampur dengan darah tidak boleh memberikan ASI nya.
8. Ibu dengan penyakit TBC, lepra, pre-klamsia, eklamsia; sebaiknya tidak memberikan ASI karena berbahaya bagi ibu dan bayi.

Bayi yang tidak boleh menerima ASI dari Ibunya :
1. Bayi dengan resiko bahaya aspirasi ASI, seperti bayi kejang-kejang atau lahir prematur atau kondisi lain menurut observasi dokter yang merawat.
2. Bayi yang sakit berat atau menderita cacat bawaan.

Boleh tidaknya pemberian ASI dalam kondisi-kondisi tertentu seperti diatas sebaiknya dikonsultasikan secara mendalam dengan dokter atau tenaga medis yang kompeten. Beberapa situasi khusus terkadang bisa saja dibuat ketika pemberian ASI tetap ingin dilanjutkan. Bagaimana pun, ASI tetap merupakan makanan paling baik untuk bayi. Tentu saja selama situasi dan kondisi mendukung.

Semoga bermanfaat

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + 12 =

%d bloggers like this: