Cara Mengajarkan Anak Untuk Berbagi (Usia 3-4 tahun)

Loading...

Barangkali Anda kerap melihat atau mendengar anak Anda berteriak dengan teman bermainnya “tidak boleh” atau “ini punyaku” dan lain sebagainya sembari merebut mainan mobil-mobilan. Lalu ketika Anda ‘turun tangan’ untuk meredakan hal tersebut, tiba-tiba anak Anda kembali berteriak “tidak!”, kemudian barangakali menangis.

Hm, mengapa anak Anda tidak tahu bagaimana cara bermain bersama-sama dan berbagi dengan teman-temannya?

Sabetulnya, anak Anda mengetahuinya. Dia hanya tidak terlalu konsisten ketika menjalankan hal tersebut. Anak Anda yang berusia 3 atau 4 tahun mungkin menghabiskan banyak waktu bermain dengan teman-teman sebayanya, ia dapat bermain secara bergantian dan ia lebih ‘tidak egois’ jika dibandingkan ketika berusia 1 atau 2 tahun lalu. Tetapi, anak Anda masih ‘impulsif’ dan tidak memiliki pemahaman yang baik tentang waktu, jadi periode menunggu giliran main adalah hal yang sangat menantang baginya.

Di sisi lain, di sekolah yang baik, anak-anak akan diajarkan untuk melukis buat guru, membuat hadiah untuk orantua dan berbagi makanan dengan teman-teman. Anak-anak baru saja diajarkan rasa yang nyaman ketika memberi dan selalu menyenangkan untuk berbagi dengan teman-teman. Anda dapat menanamkan rasa berbagi kepada anak Anda dengan membawanya ke lingkungan sekolah yang baik dan mendukung hal tersebut.

Apa yang dapat Anda lakukan agar anak dapat berbagi?

Buatlah berbagi itu menjadi hal yang menyenangkan. Ajarkan permainan yang menuntut kerjasama dengan teman-temannya kepada anak Anda. Bermain puzzle bersama dengan memasangnya secara bergantian bisa menjadi cara yang efektif. Selalu berikan anak Anda makanan atau mainan lebih yang Anda arahkan untuk dibagikan ke teman-temannya seperti snack atau stiker dapat membuat anak Anda menjadi terbiasa berbagi.

Jangan menghukum sifat pelit
Jika Anda mengatakan kepada anak Anda bahwa ia egois, kemudian mendisplikannya ketika ia tidak berbagi atau memaksanya memberikan barang yang ia pikir berharga, maka Anda akan menciptakan kebencian dan bukan ‘kemurahan hati’. Untuk membujuk anak Anda agar berbagi, gunakan cara yang positif dab bukan yang memaksa. Perlu juga diingat, adalah wajar dan sah untuk anak Anda menahan barang-barang tertentu. Seiring berjalannya waktu, anak akan belajar bahwa berbagi dengan teman – yang akan menjadi hal yang penting baginya – adalah hal yang jauh lebih menyenangkan dibandingkan menyimpannya sendiri.

Katakanlah
Ketika anak bertengkar memperebutkan mainan, bantulah mereka dengan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Jika teman anak Anda memperoleh giliran yang seharusnya untuk bermain, maka Anda dapat menjelaskan hal tersebut kepada anak Anda. Katakan “Budi sedang mendapatkan giliran bermain. Dan dia ingin bermain sekarang tanpa boleh diganggu.”

Ajarkan Anak Anda Mengatasi Masalah
Jika anak betul-betul menginginkan sebauh mainan, pikiran yang mungkin timbul pada benaknya adalah “dia atau aku”, ketika itu konsep berbagi barangkali tidak ada dalam pikirannya. Yang dapat Anda lakukan adalah dorong anak Anda untuk bermain secara bergantian dengan temannya, menggunakan jam atau timer dapat menjadi solusi sebagai penginat waktu yang adil dan dapat dipahami. Sambil menunggu, Anda dapat menjelaskan ulang kepada anak bahwa berbagi berbeda dengan memberi. Tekankan bahwa dengan berbagai mainan miliknya dengan teman yang lain, maka ia juga akan mendapatkan kesempatan mendapatkan bagian dari mainan milik teman-temannya.

Setting Sebelum Bermain
Sebelum permainan bersama teman dimulai, tanyakan kepada anak Anda mainan yang tidak ingin dibagikannya. Jika ada, bantulah ia untuk menyimpan mainan tersebut ke sebuah tempat yang aman. Setelah itu, mintalah anak Anda untuk memikirkan jenis permainan menyenangkan yang akan dilakukan dengan temannya seperti walkie-talkie, puzzle, dan lain sebagainya. Hal tersebut akan menempatkan dia dalam kerangka berbagi pikiran ketika tamunya tiba. Anda juga dapat meminta teman si anak untuk membawa mainan miliknya yang bisa dibagikan dengan anak Anda.

Berikan contoh
Cara terbaik untuk tiga atau empat tahun Anda tua untuk belajar ‘kedermawanan’ adalah menyaksikannya sendiri. Jadi berbagi es krim dengan anak, meminjamkan tali pinggang untuk dipakai bermain ‘superhero’ atau menawarkannya coklat untuk dimakan bersama adalah hal yang akan mengajarakn anak Anda. Selalu gunakan kata ‘berbagi’ atau ‘giliran’ setiap kali melakukan hal tersebut. Jangan lupa, ajarkan juga bahwa non-bendawi seperti perasaan, cerita atau ide juga dapat dibagikan. Paling penting, perlihatkan kepada anak ketika Anda memberi atau menerima, berkompormi dan berbagi dengan orang-orang di sekitar keluarga.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =

%d bloggers like this: