Waspada Pneumonia pada Anak!

Pneumonia merupakan suatu infeksi pada paru-paru, di mana paru-paru terisi oleh cairan hingga terjadi masalah pernafasan. Ini adalah pembunuh bayi serta anak yang cukup dominan di Indonesia. Pneumonia bisa diakibatkan oleh beberapa pemicu, termasuk infeksi oleh bakteria, virus, jamur, atau parasit.

Pneumonia pada Anak

Pneumonia pada bayi baru lahir kerapkali bermula dari pecahnya ketuban sebelum waktunya yang mengakibatkan terjadinya infeksi pada cairan ketuban (amnionitis). Janin terendam dalam cairan ketuban yang terinfeksi serta menghirupnya sehingga masuk ke paru-paru. Terjadi pneumonia, terkadang disertai sepsis.

Pneumonia dapat berlangsung beberapa minggu sesudah bayi lahir, terlebih pada bayi yang pernafasannya dibantu oleh ventilator (alat bantu pernapasan). Pnemumonia kerap berlangsung sejak lahir, s/d bayi berumur 2 tahun.

Gejala Pneumonia Pada Anak
Gejalanya beragam, dari mulai pernafasan yang cepat hingga kegagalan pernafasan serta desakan darah yang sangat rendah (syok septik). Tanda-tanda yang terlihat seperti :

Demam
Batuk
Hidung tersumbat
Sesak napas, dibarengi ronki atau mengi
Hipoksia (kekurangan oksigen)
Sianosis (pucat)
Muntah

Bila pneumonia berlangsung sesudah bayi lahir, gejalanya muncul secara bertahap. Bila bayi bernafas dengan pertolongan ventilator, bakal terlihat bahwa jumlah lendir bertambah. Terkadang bayi mendadak jadi sakit yang diikuti dengan turun-naiknya suhu badan.

Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasar pada tanda-tanda serta hasil kontrol fisik. Misal darah serta lendir dari saluran pernafasan di ambil untuk dibiakkan.

Kontrol yang umum dikerjakan :
Kontrol darah untuk tahu jumlah sel darah putih serta trombosit
Rontgen dada.

Pencegahan
Vaksin untuk mencegah beberapa jenis pneumonia sudah ada. Sebaiknya pada anak umur sekolah, diistirahatkan di rumah/di RS jika sedang sakit. Guna menghindar penularan pada rekan-temannya.

Terapi
Pada masalah ringan, pasien bisa berobat jalan. Tetapi pada masalah berat, baiknya pasien dirawat inap.

Pada pasien rawat jalan :
Istirahat/perawatan supportif
Bronkodilator – albuterol nebulizer/inhaler
Monitor oksigenasi

Pada pasien rawat inap
Oksigen
Bronkodilator – albuterol nebulizer (perhatikan selama 4 jam)
Isolasi pernapasan
Ribavirin
Antibiotik
Analisis gas darah arteri

Semoga bermanfaat!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − twelve =