Apakah Konseling Pra Kehamilan Dibutuhkan?

Ya. Pada dasarnya, kehamilan yang ideal direncanakan serta disiapkan dengan matang oleh sepasang suami istri. Alasannya tak lain dan tak bukan supaya sang ibu sehat serta bayi yang dilahirkannya juga sehat, normal, dan cerdas. Karenanya, Anda disarankan untuk melakukan konseling prahamil dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, minimum tiga bulan sebelum kehamilan berlangsung.

Apakah Konseling Pra Kehamilan Dibutuhkan

Saat konseling prahamil, suami serta istri bakal menjalani beberapa pemeriksaan kesehatan. Bila di ketahui ada penyakit atau masalah yang bisa menghambat terjadinya kehamilan maupun membahayakan kehamilan, maka bisa selekasnya diselesaikan serta diobati terlebih dulu.

Apa sajakah pemeriksaan yang dikerjakan? Umumnya calon ibu bakal menjalani pemeriksaan rongga panggul untuk mendeteksi ada-tidaknya permasalahan pada organ reproduksi. Anda juga akan diminta melakukan Pap’s smear untuk mengetahui ada-tidaknya kanker atau masalah lain di leher rahim. Berat tubuh akan ditimbang, karena BB yang terlalu berlebih menyebabkan terjadinya masalah keseimbangan hormon yang bisa mempengaruhi tingkat kesuburan. Calon ibu juga disarankan melakukan kontrol gigi, karena apabila gusi serta giginya punya masalah bisa membahayakan kehamilan, perlu diingat bahwa pencabutan gigi selagi hamil tak direkomendasikan.

Untuk calon ayah, biasanya akan dirujuk ke dokter ahli laki-laki (androlog). Kontrol yang dilaksanakan mencakup tes kesuburan serta tes darah. Pada tes kesuburan bakal di check keadaan serta kwalitas sperma, juga kondisi testis. Sementara tes darah untuk mendeteksi ada-tidaknya masalah kesehatan yang bisa mempengaruhi kesuburan, semisal diabetes serta hipertensi.

Sebaiknya, calon ibu serta ayah juga berkonsultasi dengan psikolog yang umum menangani ibu hamil. Bagaimanapun, kehamilan bakal menghadirkan banyak perubahan, terlebih dalam diri calon ibu. Bila tidak siap menghadapinya, bermacam perubahan itu bakal menyebabkan stres tersendiri pada calon ibu, yang tentu bisa berdampak tidak baik untuk perkembangan janin. Buat calon ayah pun, tidak gampang menghadapi bermacam perubahan yang berlangsung pada istrinya bila ia tak memahaminya dengan baik.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × three =