Kenali Cerebral Palsy Pada Anak

Istilah Cerebral Palsy mungkin tidak begitu banyak dikenal dalam masyarakat kita. Padahal, tingkat kejadiannya cukup besar, yaitu sekitar 2-4 dari 1000 anak. Sebagai ilustrasi, dalam populasi kota besar dengan angka kelahiran 1 juta bayi per tahun, maka akan ada sekitar 2000-4000 bayi yang akan mengalami Celebral Palsy pada masa kanak-kanak. Ciri paling umum dari gangguan ini adalah anak-anak yang harus menggunakan alat bantu mobilisasi seperti kursi roda.

cerebral palsy pada anak

Celebral Palsy merupakan gangguan atau gejala yang isebabkan oleh cedera otak sehingga mempengaruhi gerak, keseimbangan dan postur tubuh. Celebral Palsy dapat terjadi pada seluruh fase, yaitu sebelum, setelah atau ketika bayi dilahirkan. Pada bayi prematur, kasus Celebral Palsy lebih banyak 10x lipat dibandingkan bayi normal.

Berikut beberapa tanda dan gejala bayi yang mengalami Celebral Palsy :
– Gangguan oral seperti menguyah dan menelan.
– Kesulitan bicara.
– Tidak dapat mengendalikan kandung kemih dan buang air besar.
– Masalah pada pendengaran dan penglihatan.
– Sulit memusatkan pikiran yang bepengaruh pada belajar.
– Bermasalah dalam mengartikan pengideraan.

Celebral Palsy bukan merupakan sebuah penyakit sehingga tidak dapat disembuhkan. Orangtua hanya bisa meminimalisir efek buruk yang disebabkan oleh gangguan ini sejak dini.

Untuk memastikan kondisi yang sesungguhnya, balita dengan gejala gangguan fungsi otak perlu mendapatkan diagnosa penunjang meliputi :
1. MRI kepala
2. CT scan kepala
3. Pemeriksaan pendengaran
4. Pemeriksaan penglihatan
5. EEG
6. Biopsi otot.

Berikut beberapa tipe Cerebral Palsy yang dikenal dalam dunia medis :
1. Spactic Cerebral Palsy. Gerakan kaku disebabkan karena otot-ototnya terlalu ketat sehingga kesulitan saat menggerakkan tubuh dari satu posisi ke posisi lain. CP jenis ini biasa dialami oleh bayi lahir premature atau lahir dengan berat badan rendah.
2. Cerebral Palsy Ataxic. Tanda utamanya adalah gerakan yang sangat buruk dan otot yang longgar. Anak dengan CP jenis ini sangat mudah goyah dan gemeteran setiap saat, tetapi akan lebih tampak saat mencoba melakukan gerakan halus seperti membuka halaman buku.
3. Cerebral Palsy Athetoid atau Dsykinetic. Campuran tonus otot yang mengalami kekakuan atau kelonggaran. Anak mengalami masalah mengangkat tubuhnya sendiri untuk berdiri tegak, duduk atau berjalan dan selalu menampilkan banyak gerakan di wajah, lengan dan tubuh bagian atas yang tidak disengaja. Gerakan lain yang tidak dapat dikendalikan adalah belok, berputar, menyeringai dan berliur. Tipe ini dialami 30% anak CP.
4. Cerebral Palsy Campuran. Sesuai namanya, kelainan ditandai dua atau lebih tipe cerebral palsy dalam diri seorang anak. Sebanyak 10% dari penderita CP mengalami tipe campuran.

Semoga bermanfaat!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − 6 =