Cara Mengembangkan Rasa Sosial Pada Anak

Anak tidak hidup sendiri, tetapi sangat tergantung kepada orang tuanya. Setelah anak lahir, kepadanya diberikan susu, makanan, perhatian, dan kasih sayang. Orangtua & guru, sebagai pendidik memegang peranan yang penting sekali untuk mengembangkan rasa sosial pada anak, sehingga dalam jiwa anak itu rasa sosial akan terus berkembang dan akan menjadi miliknya.

Cara Mengembangkan Rasa Sosial Pada Anak

Orangtua perlu membimbing anak, mengarahkan anak, secara halus, meghindari kata-kata kasar. Janganlah sampai anak melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu, dikarenakan terpaksa, atau takut. Takut karena pernah dibentak-bentak dulu, atau dimarahi.
Sebagai contoh, ibu hendaknya memberi contoh di depan anak-anak, bagaimana sikap yang baik terhadap pembantu rumah-tangga.

Anak Selalu Ingin Meniru
Bila kita melihat gejala-gejala seperti ini, hendaknya kita membimbing anak tersebut, menasehatinya, karena anak yang masih kecil mudah untuk diarahkan. Sekali lagi, contoh dari orang tua adalah sangat penting sekali. Percayalah, anak akan meniru orang tuanya.

Bercerita kepada anak tentang betapa banyak orang yang menderita, yang susah hidupnya, yang membutuhkan pertolongan, dan yang patut kita tolong. Bila ada pengemis datang (yang benar-benar patut kita tolong, misalnya nenek-nenek/kakek-kakek, orang buta/cacat dsb.), biarlah anak sendiri yang memberi sesuatu kepada pengemis itu. Dengan demikian anak akan tahu dan sadar bahwa ada orang lain yang memerlukan ulura tangannya, dan yang perlu/harus dibantu.

Kehidupan Sosial
Rasa sosial benar-benar perlu ditanamkan pada diri anak-anak kita. Sebagai contoh kecil yang mungkin dianggap sepele, tapi yang sesungguhnya cukup mempunyai arti dan perlu diajarkan kepada anak.

Contoh lainnya, bila orang-tua mempunyai makanan (apa saja), biarkan anak mengambil sendiri. Ingatkan padanya bahwa makanan itu harus juga diperuntukkan bagi yang lain. Sesudah orang tua, berikutnya adalah para guru/pendidik dari anak itu. Contoh kecil mengajak anak-anak/murid-murid menengok temannya yang sakit, dengan membawa sedikit makanan kecil (lebih baik kalau dibeli dari uang jajan sendiri). Mengajak anak-anak untuk memberikan sesuatu/menyumbang kepada orang-orang diluar lingkungannya, umpamanya kepada para korban bencana alam, kepada panti asuhan dsb.

Dengan sendirinya kalau rasa sosial seperti itu sudah menjadi miliknya, maka tanpa diminta atau disuruh anak akan mengulurkan tangannya secara sukarela bilamana hal itu diperlukan.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + 13 =