4 Kebiasaan Makan Anak Yang Buruk

Makan merupakan sesuai yang sangat essensial bagi kehidupan, tak terkecuali pada anak-anak pada usia pertumbuhannya. Dengan meneruskan berbagai macam kebiasaan yang buruk, berbagai masalah kesehatan pencernaan dapat saja menimpa mereka. Lebih dari itu, masalah kesehatan yang serius pada masa mendatang juga dapat meningkat resikonya ketika kebiasaan makan yang buruk dibawa oleh anak hingga ia dewasa akibat tidak dihentikan secepatnya oleh orangtua.

kebiasaan makan anak yang buruk

Berikut 5 kebiasaan makan anak yang buruk :

1. Memilih makanan.
Kebanyakan anak hanya menyukai beberapa jenis makanan saja dan mengelompokkan jenis0jenis tersebut dalam pikirannya. Tak jarang, anak membuat klasifikasi makanan berdasarkan warna dan rasa tanpa mau tahu kandungan yang terdapat di dalamnya. Membiarkan kebiasaan anak memilih makanan akan menyebabkan ia kekurangan berbagai macam nutrisi yang penting dari berbagai jenis makanan yang ada.

Anak-anak pada masa pertumbuhan memerlukan beragam nutrisi. Dengan aktivitas yang padat layaknya orang dewasa, orangtua perlu memperhatikan asupan kalori pada anak. Anak usia 2 hingga 3 tahun membutuhkan setidaknya 1000-1400 kalori setiap hari, lebih dari usia tersebut akan membutuhkan hingga 2200 kalori setiap hari sesuai dengan aktivitasnya. Orangtua harus mengarahkan anak agar menghabiskan setiap porsi makanan yang diberikan.

2. Makan Terlalu Cepat
Makan dengan terburu-buru dapat menyebabkan masalah pada perut bagian atas. Setiap anak, sedapat mungkin harus memperhatikan makanan yang sedang dikunyahnya tak hanya asal comot dan asal telan.

Makan dengan perlahan dan mengunyah hingga hancur merupakan kunci kesehatan pencernaan bagi anak. Posisi yang paling untuk makan adalah duduk diam dan menikmati makanan dengan perlahan. Hindari makan pada perjalanan ke sekolah di dalam mobil atau makan yang terburu-buru.

3. Makan Terlalu Banyak Junk Food
Pada umumnya, hampir setiap anak akan menyukai junk food karena rasanya yang lezat. Juga karena arena bermain yang disediakan, atau hadiah atau badut yang lucu. Junk food tak hanya makanan cepat saji dari berbagai restoran yang tersedia di mal, junk food juga meliputi snack (makanan ringan), soda dan permen.

Cara paling mudah untuk meminimalisir konsumsi junk food yang terlalu banyak adalah dengan tidak menyediakannya di rumah. Cara lain adalah dengan membawakan bekal yang sehat dari rumah dan tidak memberikan uang jajan bagi anak. Jika memang ingin, Anda dapat menentukan jadwal makan junk food pada ‘hari bebas’ yang Anda dan anak sepakati. 1x per minggu atau per 2 minggu anak boleh mengkonsumsi berbagai jenis makanan ‘sampah’, tentu saja dibawah kendali Anda.

4. Tidak Minum Air Putih
Beberapa anak meminum terlalu banyak jus, susu, minuman bersoda dan bukan air putih. Rasanya yang tawar dan tidak enak membuat anak lebih memilih minuman manis dibandingkan air putih. Padahal, air putih merupakan cairan yang paling penting dan baik untuk tubuh. Untuk mengatasi kebiasaan minum bukan air putih, maka Anda harus memberikan air putih dalam jumlah banyak kepada anak Anda kapan saja dimana saja. Anak akan segera kenyang sehingga tak lagi melirik berbagai minuman bersoda dan manis yang biasa diminumnya.

Semoga bermanfaat!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 3 =