Tentang Obesitas Pada Anak

Sebanyak 1 dari setiap 5 anak di Amerika Serikat dilaporkan mengalami masalah obesitas atau kelebihan berat badan. Di Indonesia, angka pasti obesitas pada anak belum diketahui, namun tren obesitas global pada anak meningkat seiring dengan pola hidup modern yang tidak sehat.

Tentang Obesitas Pada Anak

Perlu diketahui bahwa anak-anak mengalami lebih sedikit masalah dengan penyakit yang berhubungan dengan berat badan atau kegemukan dibandingkan orang dewasa. Tetapi, masalah obesitas pada anak yang tidak ditangani dengan baik bukan tak mungkin membawa hal-hal buruk ketika ia dewasa. Obesitas sangat berhubungan dengan penyakit jantung dan diabetes yang mematikan.

Penyebab Obesitas Pada Anak
Ada berbagai alasan yang melatar belakangi obesitas pada anak. Penyebab paling utama adalah permasalahan genetik, kekurangan aktivitas fisik dan makanan tidak sehat. Obesitas yang muncul karena masalah medis seperti kelainan hormonal sangat sedikit jumlahnya.

Meski masalah berat badan ada di salah satu anggota keluarga, bukan berarti seluruh anak akan mengalami masalah obesitas. Resiko obesitas lebih mungkin terjadi karena anak yang tumbuh di keluarga yang gemuk akan memiliki kebiasaan makan yang hebat dari orangtuanya.

Aktivitas fisik merupakan faktor yang sangat menentukan obesitas pada anak. Saat ini, banyak sekali anak-anak yang tidak aktif karena menghabiskan sebagian besar waktu di depan televisi, komputer atau bermain game modern.

Resiko Penyakit Akibat Obesitas Pada Anak
Obesitas dapat memicu beberapa sakit penyakit pada anak, meliputi :
– kolesterol tinggi
– tekanan darah tinggi
– penyakit jantung dini
diabetes
– masalah tulang
– terganggunya kesehatan kulit seperti ruam, infeksi jamur dan jerawat.

Cara Mengetahui Anak Terkena Obesitas
Pihak paling pas untuk menentukan apakah anak mengalami obesitas atau tidak adalah dokter. Untuk memastikan, dokter akan menghitung berat dan tinggi anak. Jika BMI (indeks berat badan) berada diluar range, maka anak dapat dikategorikan obesitas. Jika jaraknya terlalu jauh, maka beberapa langkah medis harus dilakukan oleh dokter. Tetapi jika angkanya hanya bergeser sedikit, dokter hanya akan menyarankan beberapa langkah seperti merubah pola makan dan aktivitas sehari-hari pada anak.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + 3 =