Kenal & Atasi Flu Singapura Pada Balita

Zaman sekarang penyakit memang aneh-aneh. Bukan sekedar flu biasa yang hanya membutuhkan istirahat dan obat secukupnya, pada anak yang terserang flu Singapura, orangtua perlu lebih jeli mengamati perkembangan kesehatan anak dan tanggap darurat ketika anak membutuhkan perawatan lebih intensif di rumah sakit.

flu singapura, kenal dan pahami

Persoalannya adalah flu Singapura yang juga dikenal dengan istilah Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (KTM) dapat disebabkan oleh beberapa varian virus. Jika virus yang menyerang tergolong ringan, maka anak tidak membutuhkan perawatan yang banyak sebab dengan beristirahat total dan asupan bergizi, kesehatan anak akan pulih kembali dengan cepat. Beda halnya apabila virus yang menyerang tergolong ganas, maka tanpa penanganan yang cepat dan tepat, risiko kematian bukan mustahil terjadi.

Gejala Flu Singapura
Seperti flu biasa, flu singapur dimulai dengan demam pada anak. Suhunya biasanya tidak terlalu tinggi, diikuti dengan rasa lemas dan gejala tidak enak badan. Setelah itu, akan muncul vesikel (bintik merah) pada mulut, tangan dan kaki. Pada umunya, vesikel pada mulut (lidah, gusi, langit-langit) akan menyebabkan anak mogok makan karena rasa nyeri yang tidak enak ketika makan dan menelan. Penampakan vesikel dapat terlihat seperti cacar, tetapi biasanya hanya terbatas pada area mulut, tangan dan kaki saja.

Anak dengan demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius selama dua hari, muntah, diare, sesak nafas dan berpotensi mengalami dehidrasi karena tidak bisa menerima asupan cairan perlu segera mendapatkan perawatan di rumah sakit. Rasa lemas dan dehidrasi yang timbul terlalu lama dapat membahayakan jiwa apabila tidak segera ditangani.

Penularan Flu Singapura
Virus ditularkan melalui udara dengan mudah. Pada anak dengan imunitas yang rendah atau sedang tidak fit, flu singapura dapat dengan mudah menular dengan cepat apabila anak berada di dekat penderita. Masa inkubasi flu singapura adalah sekitar 2-5 hari. Sementara untuk waktu terekspos sampai terkena penyakit adalah 3-7 hari.

Penanganan Flu Singapura
Hal yang pasti membuat pusing orangtua ketika anak terkena flu singapura adalah rasa sakit di mulut yang mengakibatkan anak mogok makan dan minum. Untuk mengatasinya, Anda dapat ‘memancing’ anak dengan es batu, gula atau permen. Anak perlu terus diberikan asupan cairan dan makanan bergizi agar cepat pulih dari penyakit ini.

Apabila anak mengalami panas, obat penurun panas dapat diberikan. Jika panas mereda, maka obat dapat segera dihentikan. Orangtua perlu membujuk anak untuk makan dan minum seperti biasa. Frekuensi dapat diperbanyak dengan kuantitas asupan yang sedikit demi sedikit.

Jika dalam 2 hari kondisi tak membaik atau bertambah parah, orangtua perlu segera membawa anak ke dokter anak atau rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan dan pemeriksaan yang lebih mendalam. Bila perlu, anak bisa beristirahat selama beberapa hari du rumah sakit agar mendapatkan cairan infus dan pengawasan intensif tenaga medis yang kompeten.

Meski demikian, selama virus yang menyerang bukanlah tipa yang berbahaya, pada dasarnya flu singapura merupakan penyakit yang ringan dan akan sembuh dalam beberapa hari, terlebih jika Anda terus merawat anak, mengawasi asupan makan dan minum serta membiarkannya beristirahat secara total.

Cara Mencegah Flu Singapura
Lebih baik mencegah daripada mengobati. Untuk mencegah flu singapura, pastikan Anda selalu memantau kondisi anak Anda agar senantiasa fit. Jika kondisi sedang drop, hindari bepergian ke area ramai apalagi jarak jauh karena anak akan sangat rentan dengan penularan penyakit. Selain itu, biasakan anak untuk mencuci tangan sebelum makan dan Anda sebagai orangtua pun juga harus melakukannya.

Semoga bermanfaat!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 2 =